Senin, 16 Nopember 1Mak.1:10-15.41-43.54-57.62-64; Luk.18:35-43
"Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat! Bila kita mau merenungkan pertanyaan Yesus dan jawaban orang buta ini, kita akan menemukan bahwa inilah realitas yang terjadi dalam hidup kita saat ini. Seringkali kita yang memiliki mata yang normal, tetapi kurang mampu melihat situasi yang terjadi di sekitar kita. Bacaan hari ini mengajak kita untuk semakin peka dengan kebutuhan sesama yang ada di sekitar kita. Apakah kita juga masih menutup mata dengan situasi dunia yang tidak menentu saat ini?
Selasa, 17 Nov, Pw.S.Elisabet dari Hungaria 2Mak.6:18-31 Luk.19:1-10
Bersama Santa Elisabet dari Hungaria yang kita rayakan pada hari ini, ada satu peristiwa dalam injil pada hari ini yang menjadi permenungan kita bersam yakni tentang pertobatan Zakeus. Zakheus adalah orang baik yang terjebak dalam struktur birokrasi yang korup. Dalam hatinya masih kuat kerinduan untuk bertobat. Dan kehadiran Yesus di dalam rumahnya yang mampu mengubah hidupnya yakni bertobat. Sebagai anak-anak Abraham, kita pun patut seperti Zakheus yang mau bertobat. Kita juga diajak untuk tetap meneladani Yesus yang mencari dan menyelamatkan yang hilang, menyembuhkan yang terluka, menyapa yang kesepian, mengunjungi yang sakit dan membantu mereka yang menderita kelaparan. Apakah kita bersedia untuk melakukan hal ini?
Rabu, 18 Nopember, 2Mak.7:1.20-31; Luk.19:11-28
Sabda Tuhan pada hari ini berbicara kepada kita tentang sebuah kesetiaan dalam menjalankan kepercayaan yang diberikan oleh seseorang kepada kita. Apalagi dalam hal ini kepercayaan itu berasal dari Tuhan. Dalam diri kita ada begitu banyak anugerah dan talenta yang Tuhan berikan kepada kita. Kita diminta untuk setia dan bertanggung jawab dalam menjalankan dan mengembangkannya. Mewujudkan kesetiaan dalam kehidupan di jaman sekarang ini bukanlah hal yang mudah. Butuh perjuangan yang besar. Situasi yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa kesetiaan sangat sulit diwujudkan. Mari kita mencoba dan berusaha untuk saling setia satu sama lain, mulai dari dalam keluarga kita masing-masing. Dan janga lupa mari kita tetap mohon rahmat dan kekuatan Tuhan agar kita tetap mampu mewujudkan kesetiaan dalam hidup ini. Pertanyaannya adalah apakah kita mau dan bersedia untuk setia dalam menjalankan kepercayaan Tuhan dalam hidup ini?
Kamis, 19 Nopember 1Mak.2:15-29; Luk.19:41-44
"Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu”. Demikianlah peringatan Yesus tentang kehancuran Yerusalem yang segera akan terjadi. Dan ini yang membuat Yesus bisa menangis karena masih banyak orang yang belum mengerti ajaran-Nya dan belum mengerti tentang apa yang perlu bagi damai sejahteranya. Apakah kita juga telah mengerti dengan baik tentang apa yang perlu untuk damai sejahtera bagi hidup kita?
Jumat, 20 Nopember, 1Mak.4:36-37.52-59; Luk.19:45-48
Sabda Tuhan pada hari ini mengisahkan peristiwa Yesus yang menyucikan bait Allah. Yesus mengusir banyak orang keluar dari bait Allah karena menggunakan Bait Allah untuk berdagang dan berjualan yang tidak pada tempatnya. Kita juga yakin dan percaya bahwa hidup kita ini, khususnya tubuh kita ini adalah Bait Allah sendiri. Melalui peristiwa dalam injil pada hari ini, Yesus ingin mengusir segala kejahatan yang ada dalam diri kita. Kita diajak untuk membuka diri dan membiarkan Yesus berkarya dalam hidup kita. Yesus mengajak kita semua untuk menyucikan diri kita dengan kebaikan-kebaikan yang selalu bersumberkan pada cinta Kasih-Nya. Apakah kita mau membuka diri dan membiarkan Yesus untuk berkarya dalam hidup kita?
Sabtu 21 Nopember, Pesta SP Maria Dipersembahkan Kepada Allah 1Mak.6:1-13 Luk.20:27-40 .
Hari ini kita merayakan Santa Perawan Maria yang dipersembahkan kepada Allah. Bunda Maria selama hidupnya telah memberikan seluruh waktu, tenaga, pikiran dan hatinya kepada Allah. Ada dua hal yang kita dapat teladani dari Maria yakni sikap kepekaan dan rendah hati. “sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendakmu”. Inilah bukti persembahan diri Maria yang total kepada Allah. Bunda Maria dipersembahkan kepada Allah karena ia telah menjalankan apa yang terbaik bagi Allah dan juga bagi keselamatan seluruh umat manusia. Dan semoga peristiwa ini dapat mewarnai seluruh perjuangan dan perjalanan hidup kita. Mampukah kita melakukan seperti apa yang dilakukan Bunda Maria selama hidupnya?
Fr.Aloy CM
Browse » Home » » RENUNGAN HARIAN MINGGU III BULAN NOPEMBER 2009
Minggu, 15 November 2009
RENUNGAN HARIAN MINGGU III BULAN NOPEMBER 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar