Senin, 23 Nov. Dan.1:1-6.8-20; Luk.21:1-4
Injil pada hari ini mengisahkan persembahan seorang janda miskin. Ia mempersembahkan seluruh nafkahnya dalam satu hari, tanpa memiliki cadangan sebagai penggantinya. Persembahan seperti ini mengandung arti bahwa ia mempercayakan dirinya seutuhnya bagi penyelenggaraan Ilahi. Di samping itu juga ia menunjukkan kerelaan dan keiklasan dalam hal memberi. Bagaimana dengan sikap kita dalam hal memberi? Apakah kita juga memiliki ketulusan dan keiklasan seperti seorang janda ini?
Selasa, 24 Nov, Pw.S.Andreas Dung Luc, dkk (Imam Mrt-Vietnam) Dan.2:31-45 Luk.21:5-11
Yesus dalam bacaan hari ini mengingatkan kita dengan tegas bahwa tidak ada yang tahu kapan saatnya tiba. Yang dimaksudkan di sini adalah penghakiman terakhir pada akhir zaman. Satu hal yang penting di sini adalah bukanlah pengetahuan melainkan sebuah sikap hidup bahwa saat ini kita hidup sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah. Dan itulah usaha kita sebagai wujud kesiapsiagaan kita dalam menyongsong kedatangan Tuhan. Marilah kita selalu berjaga-jaga dalam hidup ini, agar kita tidak terkejut pada waktunya.Apakah kita sudah sungguh-sungguh mempersiapkan
kedatangan Tuhan ini?
Rabu, 25 Nov, Dan.5:1-6.13-14.16-1 ; Luk.21:12-19
Mencapai kesuksesan atau keberhasilan dalam dunia dewasa ini tidak lagi melalui sebuah usaha yang keras, tetapi secara instan dan dapat dilakukan dalam berbagai cara. Dalam injil pada hari, Yesus menegaskan kepada kita bahwa untuk mau menjadi pengikut-Nya kita harus bersedia untuk melewati sebuah penderitaan yang luar biasa. Bahkan kita harus siap untuk dibunuh dan disiksa sekalipun. Mari kita berjuang bersama-sama untuk menjadi pengikut Kristus yang setia kepada-Nya. Dan mari kita memulainya dari hal-hal kecil dalam hidup dan panggilan kita masing-masing.
Kamis, 26 Nov Dan.5:1-6.13-14.16-1 ; Luk.21:12-19
Sabda Tuhan pada hari ini, sungguh mengerikan dan mendebarkan hati setiap orang yang mau merenungkannya. Bagaimana mungkin Yesus menyatakan bahwa “Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau menyusui bayi pada masa itu”. Akan tetapi sabda Tuhan ini tidaklah bertujuan demikian. Melalui pernyataan ini, Yesus mau mengajak kita semua untuk sungguh-sungguh berjalan dalam kehendak-Nya. Yesus ingin agar kita semua tetap hidup dalam kebaikan-kebaikan. Yesus juga menginginkan kita semua untuk agar selalu dan selalu melibatkan Dia dalam setiap peristiwa dan pengalaman hidup kita. Apakah kita sudah berusaha melibatkan Tuhan dalam hidup kita sehari-hari?
Jumat, 27 Nov, Pesta SP. Maria Tak Bercela dari Medali Wasiat
Dan.7:2-14; :Luk.21:29-33
Hari ini kita memperingati Santa Perawan Maria dari Medali Wasiat. Melalui peristiwa hari ini, kita semua diingatkan agar senaniasa tetap menjalin relasi yang dekat dengan Bunda Maria. Karena melalui kedekatan kita dengan Bunda Maria, kita semua bisa menjalin relasi yang sangat dekat Tuhan kita sendiri. Dan bila kita yakin dan percaya dengan penuh iman, hidup kita sesungguhnya penuh dengan kedamaian dan ketenangan. Namun, apakah kita sudah memiliki relasai yang sangat dekat dengan Bunda Maria yang Bunda kita yang selalu menolong?
Sabtu 28 Nov, Peringatan S.Katarina Laboure Perawan. 7:15-27; Luk.21:34-36
Hari ini Gereja kita memperingati S.Katarina Laboure seorang Suster Puteri Kasih. Walaupun mendapat anugerah istimewa penampakan Santa Perawan Maria Tak Bercela dan anugerah-anugerah lain, ia tetap membaktikan seluruh hidupnya pada pelayanan kaum miskin. Bersama Santa Katarina Laboure, Yesus mengajak kita semua melalui injil pada hari ini untuk selalu berjaga-jaga sambil berdoa. Sikap seperti ini sangat berarti untuk hidup kita. Kita mau berjaga-jaga sambil berdoa karena kita mau memperoleh kekuatan dari Tuhan dan tidak ingin jatuh dalam dosa. Semoga kita sungguh-sungguh mampu memaknai hidup kita yang singkat ini dengan senantiasa berjaga-jaga sambil berdoa. Sehingga kita tidak terkejut bila Tuhan datang pada waktu yang tidak kita ketahui.
Minggu, 29 Nov, Hari Minggu Adven I
Yer.33:14-16; 1Tes.3:12-4:2; Luk.21:25-28.34-36
”Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi...!” Itulah nasehat awal dari Tuhan Yesus untuk kita semuadi hari Minggu Adven Pertama ini. Melalui sabda Yesus ini, kita semua diajak untuk sekali lagi berjaga-jaga sambil mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya. Semoga kita juga benar-benar menggunakan masa Adven ini dengan sebaik mungkin yakni mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan-Nya sebagai sang Juru Selamat seluruh umat manusia.
Fr.Aloy, CM.
Selasa, 24 November 2009
RENUNGAN HARIAN MINGGU IV BULAN NOPEMBER 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar