Senin, 09 Nov 2009, Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran Yeh.47:1-2, 8-9, 12; 1 Kor.3:9b-11, 16-17; Yoh.2:13-22
Hari ini adalah Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran. Bacaan Injil, mengingatkan kita akan kesucian Bait Allah. Kita percaya bahwa Gereja adalah Bait Allah sendiri. Tetapi jangan lupa bahwa tubuh kita juga pun adalah bait Allah. Namun dalam kenyataan hidup sehari-hari di jaman sekarang ini, kadang-kadang kita lupa bahwa tubuh kita ini adalah bait Allah. Kemarahan Yesus yang terungkap dalam injil pada hari ini juga berlaku bagi, bila kita juga masih memiliki sikap-sikap yang tidak menghormati Bait Allah. Yesus marah bukan berarti karena benci, tetapi karena cinta-Nya yang sangat besar kepada kita semua. Kita perlu bersyukur karena kita bisa diingatkan kembali oleh Yesus pada hari ini, walaupun sangat keras. Cara konkret bagi kita untuk menghormati Gereja sebagai Bait Allah adalah dengan berpakaian sopan dan pantas bila kita mau mengikuti perayaan Ekaristi atau misa saat dan dimana pun. Hal ini juga mau menunjukkan bahwa kita telah sungguh-sungguh menggunakan tubuh kita ini sebagai bait Allah. Lebih dari pada itu karena kita mau menghormai dan menghargai kehadiran Allah dalam hidup kita.
Selasa, 10 Nov. Pw.S.Leo Agung PausPujG Keb.2:23-3:9; Luk.17:7-10
Jaman sekarang ini adalah jaman yang penuh dengan pujian dan sanjungan. Di mana-mana setiap orang ingin disanjung dan dipuji-puji. Tetapi dalam injil pada hari ini yang bertepatan dengan peringatan Sano LeoAgung seorang Pujangga Gereja, Yesus mengajak kita untuk berkarya dan melayani tanpa mengharapkan pujian atau imbalan dan sanjungan lainnya. Yesus meminta kita agar kita tetap rendah hati sambil berkata “kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan. Dan itulah tugas dan panggilan kita sebagai murid Kristus melayani dengan penuh kerendahan hati. Memang cukup sulit untuk kitawujudkan kerendahan hati di jaman sekarang ini. Tetapi mari kita tetap mohon rahmat dan kekuatan kepada Tuhan, biarlah kerendahan hati-Nya sendiri yang menjiwai setiap karya pelayanan kita.
Rabu, 11 Nov 2009, Pw S.Martinus dr Tours (Uskup).Keb.6:1-11; Luk.17:11-19
Yesus Guru, kasihanilah kami. Inilah seruan ketidakberdayaan dari Kesepuluh orang Kusta yang disembuhkan oleh Yesus. Tetapi ada berapa orang yang datang kepada Yesus untuk bersyukur? Hanya satu orang. Kesembbilan orang kusta tidak perlu datang lagi kepada Yesus untuk bersyukur karena sudah disembuhkan-Nya. Peristiwa dalam injil pada hari ini, mungkin juga termasuk pengalaman hidup kita sehari-hari. Setiap hari adalah pengalaman keselamatan, pengalaman syukur dan pengalaman berahmat. Setiap detik Tuhan memberi kita kesempatan untuk menikmati karya dan kebaikan-Nya. Apakah kita juga selalu meluangkan waktu untuk bersyukur kepada Tuhan?
Kamis, 12 Nov, 2009 Pw S.Yosafat, UskMrt. Keb.7:22-8:1; Luk.17:20-25
Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu. Sabda Yesus ini mau mengatakan kepada kita bahwa tidak perlu lagi bertanya dan mencari di mana kerajaan Allah itu hadir. Dalam setiap peristiwa hidup kita kerajaan Allah selalu hadir, hanya saja kita belum atau bahkan tidak mau menyadari kehadiran-Nya. Oleh karena itu, mari kita berusaha lagi dengan lebih sungguh-sungguh memaknai hidup ini. Tuhan ada di antara kita. Dan Ia selalu setia membimbing hidup kita. Santo Yosafat yang kita rayakan pada hari ini, telah memberikan teladan kepada kita. Semoga kita juga berani mengalami kerajaan Allah yang sudah hadir di tengah-tengah kehidupan kita di jaman sekarang ini.
Jumat, 13 Nov 2009 Keb.13:1-9; Luk.17:26-37
Sabda Tuhan pada hari ini, mengingatkan kita tentang Akhir zaman atau kematian. Menghadapi akhir zaman, Yesus mengajak dan mengingatkan kita semua agar tetap setia dalam menghayati tugas perutusan atau panggilan kita masing-masing. Artinya kita hidup dan bekerja dengan sebaik mungkin dan tidak neko-neko. Kematian berarti kita bertemu dengan Tuhan secara pribadi. Jika setiap hari kita sudah terbiasa bertemu dengan Tuhan, maka kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan lagi bagi kita, tetapi sesuatu yang menggembirakan dan harus dihadapi dengan penuh iman dan penyerahan diri yang total kepada-Nya. Semoga kita mampu memaknai sebuah kematian dengah lebih melalui cara hidup kita sehari-hari.
Sabtu 14 Nov 2009, Keb.18:14-16.19:6-9; Luk.18:1-8
Perumpamaan dalam injil pada hari ini merupakan gambaran konkret akan hidup doa kita. Melalui sabda Tuhan pada hari ini, Yesus mau mengajak kita untuk selalu setia dalam berdoa. Doa adalah sebuah ungkapan cinta kita kepada Allah. Cinta itu perlu diungkapkan setiap saat. Cinta adalah ungkapan hati dan tindakan yang penuh dengan ketulusan. Cinta kita kepada Tuhan tidak boleh kalah atau menyerah dengan rasa bosan, rasa jemu dan rasa lelah. Semoga doa kita selama ini bukan hanya sekedar litani permohonan, tapi sungguh-sungguh sebagai sebuah ungkapan cinta kita pada Tuhan. Juga bukan hanya sekedar suatu kebutuhan tetapi sebagai sebuah ungkapan kerinduan kita yang sangat mendalam untuk berjumpa dengan Tuhan.
Fr.Aloy,CM.
Senin, 09 November 2009
RENUNGAN HARIAN MINGGU II BULAN NOPEMBER 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar