Senin, 02 Nopember 2009 Peringatan Arwah Semua Orang Beriman 2Kor.4:14-5:1; Luk.23:33.39-43
Peringatan arwah semua orang beriman dan injil pada hari ini, mengingatkan saya akan kematian ibu saya 25 Agustus 2009 yang lalu. Seorang ibu yang sangat sederhana, penuh perhatian dan kasih sayang. Menyedihkan memang bila mengingat kembali kepergiannya. Ada banyak hal yang bisa saya renungkan dari kematian ibu saya. Kematian itu bukanlah sekedar akhir hidup manusia di dunia ini. Kematian adalah sebuah peristiwa perjumpaan manusia yang sangat istimewa dengan Tuhannya. Saya yaki dan percaya bahwa sekarang ini ia berada bersama Tuhan Yesus dalam Taman Firdaus. Taman Firdaus yang dsiediakan Tuhan Yesusini, juga akan menjadi milik kita, bila kita sungguh-sungguh menjalani haidup ini seseuai dengan kehendak Tuhan sendiri. Apakah kita mau hidup bersama Tuhan Yesus dalam Taman Firdaus-Nya?
Selasa, 03 Nopember 2009 Rm.12:5-16a; Luk.14:15-24
Rahmat dan kemurahan Tuhan sungguh-sungguh terasa dalam hidup ini. Kalau kita meluangkan waktu sejenak untuk berdiam diri, kita akan menemukan begitu besar cinta dan karunia yang kita peroleh dari Tuhan. Demikianlah apa yang dapat kita pelajari dari injil pada hari ini. Tuhan sudah menyediakan segala-galanya untuk kita semua. Tuhan mengundang kita semua untuk ikut mengambil bagian dalam perjamuan kudus-Nya. Namun karena berbagai macam kekuatiran dan kegelisahan duniawi, dengan mudahnya kita menolak undangan Tuhan yang sangat istimewa ini. Sabda Tuhan pada hari ini mengajak kita semua untuk berusaha menerima undangan Tuhan dan mengambil bagian dalam perjamuan-Nya. Artinya, kita diundang untuk ikut mengambil bagian dalam karya keselamatan Allah di dunia ini. Apakah kita juga masih bersedia menerima undangan Tuhan ini?
Rabu, 04 Nopember 2009 Pw.S.Karolus Borromeus, Uskup Rm.13:8-10; Luk.14:25-33
Gereja pada hari ini memperingati Santo Karolus Borromeus seorang Uskup. Injil pada hari ini cukup menarik untuk kita renungkan bersama. “Demikian setiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku”. Pernyataan Yesus yang sangat tegas ini, mengingatkan kita akan sikap yang lepas bebas. Sikap Lepas bebas artinya, sebuah sikap yang sungguh-sungguh tidak mengikatkan diri terhadap apapun bila mau mengikuti Yesus. Kita diajak untuk tidak bersikap mendua dalam hidup ini, tetapi lebih mengutamakan peran Allah sendiri. Keterikatan pada sesuatu yang bersifat duniawi, dapat menghancurkan diri kita sendiri. Bagaimanakah dengan hidup kita sendiri saat ini? Sano Karolus Borromeus telah menunjukkan teladan yang baik kepada kita. Mari kita belajar juga dari cara hidup orang kudus yang kita peringati hari ini.
Kamis, 05 Nopember 2009 Rm.14:7-12; Luk.15:1-10
“Akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat." Demikianlah sabda Yesus dalam injil pada hari ini. Ungkapan Yesus ini mau menunjukkan kepada kita bahwa pertobatan umat manusia akan menjadi sukacita yang besar bagi seluruh penghuni surga. Allah akan merasa sangat bahagia bila melihat kita hidup dalam pertobatan dan kebaikan-Nya. Maka tidak ada salahnya bila kita membahagiakan Allah kita, melalui pertobatan hidup kita setiap hari. Kita semua belum terlambat untuk bertobat dan merubah diri. Apakah kita masih ingin bertobat dalam hidp ini?
Jumat, 06 Nopember 2009 Rm.15:14-21; Luk.16:1-8
Melalui Sabda Tuhan pada hari ini, kita diingatkan bahwa Tuhan telah memberikan kepercayaan kepada kita untuk mengelolah karunia-Nya. Bakat dan kemampuan adalah karunia Tuhan dan kita bukanlah pemilik karunia itu. Memanfaatkan karunia Tuhan itu, berarti kita telah membuat jaminan bagi masa depan kita sendiri. Dan Tuhan sangat menghargai orang yang dapat membangun masa depannya dengan baik. Kita semua diajak untuk selalu mensyukuri akan segala yang telah kita alami dan peroleh dalam hidup ini. Janganlah kita sia-siakan kepercayaan Tuhan yang sangat besar ini. Oleh karena itu, marilah kita menggunakan karunia Tuhan yang ada dalam diri kita ini sesuai dengan kehendak-Nya sendiri.
Sabtu, 07 Nopember 2009 Rm.16:3-9.16.22-27; Luk.16:9-15
Hari ini Yesus menantang para pendengar-Nya termasuk kita untuk meningkatkan kesetiaan dalam hidup ini. "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Kesetiaan itu berkembang seiring dengan pertumbuhan iman. Sehingga Yesus berharap agar para murid-Nya belajar untuk setia pada jalan kebenaran. Kita pun diajak untuk menata hidup ini dengan memulainya dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Janganlah terlalu memikirkan akan kesetiaan terhadap hal-hal yang besar dalam hidup ini. Mulailah dari diri sendiri, dari dalam keluarga dan dalam masyarakat luas. Kesetiaan tidak pernah menunggu waktu yang lama. Mari kita memulainya saat ini juga. Apakah kita masih mau mewujudkan kesetiaan kita dalam hidup ini?
Selasa, 03 November 2009
RENUNGAN HARIAN MINGGU I BULAN NOPEMBER 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar