Senin, 8 Maret 2Raj 5:1-15a, Luk 4:24-30
Ditolak oleh orang lain adalah hal yang biasa. Tetapi ditolak oleh saudara atau keluarga sendiri adalah sesuatu yang menyakitkan. Itulah pengalaman penolakan yang dialami oleh Yesus dalam injil pada hari ini. Bila kita melihat lebih jauh lagi, kita perlu mengakui bahwa seringkali juga kita menolak Yesus untuk hadir dalam hidup kita masig-masing. Masa prapaskah mengajak kita semua untuk membuka diri menerima Yesus dalam hidup kita. Apakah kita masih menutup diri untuk menerima karya keselamatan yang datang secara cuma-cuma?
Selasa, 9 Maret Dan 3:25.34-43; Mat 18:21-3
Terlalu sering dalam hidup beriman, kita bersikap seperti orang Farisi. Kita mengaku diri sebagai pengikut Kristus, tetapi bertingkah seperti orang Farisi. Kita sering mengajarkan pengampunan, namun betapa sulitnya kita mengampuni anggota keluarga/komunitas atau siapa saja yang bersalah kepada kita, meski dalam hal yang sangat sepele. Mari, selama masa puasa ini, kita belajar dan terus belajar mengampuni sesama tanpa batas, sebagaimana Allah telah mengampuni kita juga tanpa batas.
Rabu, 10 Maret Ul 4:1.5-9; Mat 5:17-19
Injil pada hari ini mau menegaskan kepada kita bahwa Hukum Taurat adalah hukum yang diberikan Tuhan kepada kita melalui Musa. Yesus datang untuk menggenapinya dengan hukum CINTA KASIH yang menempatkan manusia sebagai subjek hukum. Melalui sabda Tuhan pada hari ini, Yesus mengajak kita semua untuk sungguh menghayati hidup iman kita dalam hukum cinta kasih. Semoga hidup kita sungguh-sungguh diwarnai oleh semangat Cinta Kasih Kristus. Dan marilah kita memulainya dalam keluarga kita masing-masing.
Jumat, 12 Maret Hos 14:2-10; Mrk 12:28b-34
Berbicara tentang kasih memang mengasyikkan dan mudah sekali. Namun, bagaimana dengan kasih yang harus nyata dalam perilaku dan tindakan? Cinta kasih bukan hanya soal pengetahuan dan ajaran. Cintakasih adalah tindakan. Ini nyata dalam tindakan Yesus sendiri. Ia mengasihi Bapa dan kita. Ia rela mati karena cinta-Nya kepada Bapa dan kita. Apakah kita juga telah menemukan tindakan kasih dalam hidup kita sehari-hari?
Sabtu, 13 Maret Hos 6:1-6; Luk 18:9-14
Doa berarti kita mau mengungkapkan ketidaklayakan kita di hadapan Tuhan. Doa yang baik kita bisa belajar dari cara pemungut cukai berdoa. Bukan seperti orang farisi yang berdoa sambil menjelek-jelekkan orang lain. Bukan doa seperti ini yang diminta oleh Tuhan. Doa yang diminta adalah doa yang diungkapkan dengan penuh kerendahan hati. Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Inilah doa kita yang baik. Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Bagaimanakah sikak kita selama ini dalam hal berdoa?
Minggu, 07 Maret 2010
RENUNGAN HARIAN MINGGU III MASA PRAPASKAH
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar