Senin, 1Maret Dan.9:4b-10; Luk.6:36-38
Hari ini Yesus memberikan nasehat kepada para murid-Nya, agar mereka sungguh murah hati, tidak menghakimi, tidak menghukum, tetapi selalu mengampuni. Dalam masa prapaskah ini, Yesus juga menyapa kita untuk memiliki sikap murah hati dengan selalu mengampuni sikap sesama yang lain. Sikap murah hati di sini hendaklah dimulai dari hati dan pikiran yang jernih. Karena dengan sikap inilah akan muncul tindakan yang mulia dan tak ternilai harganya. Mari kita menjernihkan hati dan pikiran kita dari segala hal yang menghambat kita untuk selalu berbuat baik kepada sesama yang ada di sekitar kita.
Selasa, 2 Maret Yes.1:10.16-20; Mat.23:1-12
Menyelaraskan perkataan dalam perbuatan konkret, bukanlah hal yang mudah bagi kita. Sikap inilah yang dimiliki oleh kaum farisi sekaligus menjadi sikap yang seringkali dikritik keras oleh Yesus. Berhadapan dengan sikap seperti ini, kita diajak untuk bersikap kritis. Yakni melakukan perkataan-perkataan baik, tetapi menjauhi tindakan-tindakan yang buruk. Kita juga perlu belajar dari siapa pun juga. Ambil yang baik dan tinggalkan yang tidak baik. Sekali lagi kita semua diajak untuk semakin KRITIS dalam hidup ini.
Rabu, 3 Maret Yer.18:18-20; Mat.20:17-28
Keinginan untuk mendapatkan Kehormatan, Kenikmatan dan Kekuasaan adalah salah satu sifat manusia di jaman sekarang ini. Apakah prosesnya itu melalui jalan yang halal, tidak menjadi persoalan. Namun, Yesus dalam injil pada hari ini, menegaskan bahwa setiap orang yang ingin menjadi lebih besar haruslah menjadi seorang pelayan. Artinya bahwa nilai dan martabat kita sebagai pengikut Kristus, bukan terletak pada harta dan kekuasaan, melainkan pada KARYA PELAYANAN yang kita wujudkan dalam hidup kita sehari-hari.
Kamis, 4 Maret Yer.17:5-10; Luk.16:19-31
Kisah orang kaya dan Lazarus yang miskin, menegaskan bahwa keselamatan Allah itu sudah ada dalam realitas hidup manusia. Keselamatan tidak menunggu saat di akhirat nanti. Dalam hidup kita sehari-hari, Tuhan hadir melalui Lazarus-Lazarus yang lain, yakni bisa orang sakit, orang yang minta-minta, pengemis, gelandangan dan orang-orang yang miskin papa. Mereka bisa menjadi cara Tuhan untuk menawarkan KESELAMATANNYA kepada kita. Semoga kita dapat melihat dan menemukan Tuhan dalam diri mereka. Kita semua belum terlambat untuk mengalami kasih Allah dalam diri orang-orang terlantar.
Jumat, 5 Maret Kej.37:3-4.12-13a; Mat.21:33-43.45-46
Melalui perumpamaan ini, Yesus sebenarnya mau mengungkapkan sikap-sikap orang farisi dan ahli-ahli taurat yang menolak dan bahkan ingin membunuh-Nya. Semuanya ini karena mereka tidak mengakui Yesus sebagai Ahli Waris Allah sendiri. Dalam hidup harian kita, seringkali kita menolak Yesus lewat kata-kata yang kasar dan kotor serta tindakan-tindakan yang kurang baik. Mari kita membuka hati dan diri kita untuk menerima Yesus dalam hidup kita masing-masing.
Sabtu, 6 Maret Mi.7:14-15.18-20; Luk.15:1-3.11-32
Kegagalan bukanlah pengalaman yang selalu jelek. Kegagalan bila diolah, dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi pengalaman-pengalaman berikutnya. Penerimaan Bapa kepada anak bungsu yang telah meminta warisan dan hidup berfoya-foya, sungguh menjadi teladan bagi kita semua. Ini adalah pembelajaran yang nyata. Tinggal kita mau mengikuti, memilih dan mencobanya atau tidak? Pengampunan tidak cukup hanya diajarkan, tetapi butuh teladan, perlu contoh yang baik. Semoga di masa prapaskah ini, kita sungguh menghasilkan sesuatu yang baru dalam diri kita masing-masing. Kita semua belum terlambat untuk bertobat.
Fr. Aloy, CM
Minggu, 28 Februari 2010
RENUNGAN HARIAN MINGGU II MASA PRAPASKAH
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar