WELCOME

Selamat datang di blog saya. Blog ini memuat sedikit cerita dan renungan harian yang sekiranya dapat berguna sebagai pencerahan dan inspirasi batin bagi pembaca sekalian. Saya sadari bahwa blog ini masih banyak kekurangan. Karena itu janganlah segan untuk memberi komentar, saran, maupun kritik demi pengembangannya. Terima kasih

rss

Rabu, 28 Oktober 2009

RENUNGAN HARIAN MINGGU IV BULAN OKTOBER 2009

Senin, 26 Oktober 2009 Rm.8:12-17; Luk.13:10-17
Suatu perbuatan baik tidak selalu diterima oleh orang lain, dan tidak jarang perbuatan baik justru dicurigai, diejek bahkan selalui penuh dengan prassangka buruk. Hal yang sama juga dialami oleh Yesus dalam injil pada hari ini. Perbuatan baik Yesus yang menyelamatkan, menyembuhkan seorang ibu dari penyakitnya justru dinilai negatif oleh oleh orang-orang yuang menyaksikan peristiwa itu, terlebih bagi para ahli taurat. Tetapi Yesus tetap melaksanakan perbuatan baik-Nya. Dalam peristtiwa ini Yesus mau menegaskan bahwa keselamatan umat manusia lebih penting daripada sekedar melaksanakan aturan belaka, tetapi mengabaikan keselamatan banyak orang. Pelajaran berharga yang bisa kita petik dari sabda Tuhan pada hari ini tidak lain adalah bahwa kita diajak untuk selalu dan setia untuk berbuat baik kepada orang lain. Bahkan dengan peristiwa penyembuhan dari Yesus menuntut kita agar tidak menunda-nunda lagi untuk berbuat baik kepada sesama. Mari kita jugas moihon kekuatan kepada Yesus, agar kita mampu berbuat baik kepada sesama kita dalam bentuk apa pun.

Selasa, 27 Oktober 2009 Rm.8:18-25; Luk.13:18-21
Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan, kemudian tumbuh menjadi pohon yang besar. Juga kerajaaa Allah itu seumpama ragi yang diaduk-adukkan ke dalam tepung terigu sampai seluruhnya beragi. Inilah kerajaan Allah yang dumpamakan dengan biji sesawi dan ragi. Demikianlah hidup iman kita sehari-hari dituntut untuk menjadi seperti biji sesawi dan ragi. Artinya kita diajak untuk memasuki realitas dunia jaman sekarang ini dengan sebuah semangat yang berkobar-kobar, terlebih semangat hidup yang mampu mempengaruhi orang lain untuk melakukan kebaikan-kebaikan dalam hidup ini. Pertanyaan untuk kita adalah apakah iman yang kita miliki selama ini, telah menjadi seperti biji sesawi dan ragi? Ataukah iman kita masih biasa-biasa saja?


Rabu, 28 Oktober 2009 Pesta S.Simon dan Yudas, Rasul Ef.2:19-22; Luk.6:12-19
Luar biasa isi sabda Tuhan pada hari ini. Yesus memberikan pelajaran berharga bagi kita semua. Yesus menunjukkan sikap-Nya yang tepat sebelum mengambil sebuah keputusan penting dalam memulai karya-Nya. Sikap yang dipilah Yesus adalah berdoa terlebih dahulu kepada Bapa-Nya. Sikap Yesus ini mau menunjukkan kepada kita betapa relasi dengan Bapa-Nya sangat dekat. Kita pun diajak untuk memiliki relasi yang intim dengan Yesus. Tetapi sejauh manakah relasi kita dengan Yesus selama ini? Relasi kita dengan Yesus bisa kita wujudkan dalam hidup doa kita. Dan hendaklah DOA itu sungguh-sungguh menjadi kerinduan kita bersama dan bukan hanya terbatas pada kebutuhan saja. Apakah kita mampu menjadikan DOA sebagai sesuatu yang kita rindukan dalam hidup ini?

Kamis, 29 Oktober 2009 Rm.8:31b-39; Luk.13:31-35
Cinta Yesus kepada umat manusia sungguh luar biasa. Karena begitu besar cinta-Nya kepada umat manusia, Ia tidak sungkan dan tidak segan menyampaikan keluhan-Nya terhadap umat yang hidupnya tidak berkenan di hadapan Tuhan. Bahkan Yesus sangat merindukan untuk mengumpulkan seluruh umat-Nya. Cinta Yesus yang begitu besar ini masih sangat relevan dengan situasi hidup kita di jaman sekarang ini. Yesus sangat merindukan kita semua untuk bersatu dengan-Nya. Apakah kita juga mau mengobati atau memenuhi kerinduan Yesus yang begitu besar ini?

Jumat, 30 Oktober 2009 Rm.9:1-5; Luk.14:1-6
Yesus sebagai orang Yahudi sejati, taat pada hukum taurat. Namun ketika berhadapan dengan persoalan kemanusiaan, apalagi orang sakit yang sangat membutuhkan pertolongan. Yesus lebih mengutamakan keselamatan manusia dari pada hukum, karena hukum untuk manusia dan bukan sebaliknya. Hukum yang terbesar adalah hukum cinta kasih. Hukum cinta kasih memberi jiwa dan roh bagi hukum Taurat. Dan Yesus sungguh sangat tegas dalam hal ini. Bagaimana dengan diri kita sendiri saat ini? Apakah kita juga masih mengutamakan keselamatan sesama, bila kita berhadapan dengan hukum.

Sabtu, 31 Oktober 2009 Rm.11:1-2a.11-12.25-29; Luk.14:1.7-11
Dalam hidup ini, tak ada seorang pun yang ingin rendah diri di hadapan orang lain. Tetapi dalam Sabda Tuhan pada hari ini mengajak kita semua untuk berani merendahkan diri di hadapan orang lain. Merendahkan diri dalam hal ini mengandung arti yakni memberikan fokus perhatian kepada orang-orang yang sangat membutuhkan perhatian dan pelayanan kita. Merendahkan diri seperti inilah yang merupakan salah satu bentuk kerendahan hati kita. Bersediakah kita menjadi pribadi yang rendah hati di hadapan Tuhan dan sesame?

Minggu, 01 Nopember 2009 Hari Minggu XXXI Hari Semua Orang Kudus Why.7:2-4.9-14; 1Yoh.3:1-3; Mat.5:1-12a
Hari ini Gereja merayakan hari raya Orang Kudus. Sabda Tuhan yang disampaikan kepada kita berbicara tentang Sabda Bahagia. Mengapa Delapan Sabda Bahagia? Melalui sabda bahagia ini, Tuhan mau mengingatkan kembali bahwa kebahagiaan hidup kita sangat ditentukan dengan apa yang kita perbuat saat ini. Orang yang berkenan kepada Allah tidak hanya karena hidup miskin yang serba kekurangan, tetapi karena sungguh-sungguh memiliki pengaharapan besar akan karya Keselamatan Allah. Mari kita mohon bantuan doa kepada para orang kudus kita. Semoga dengan bantuan doa mereka, iman kita semakin dikuatkan dan diteguhkan dalam menghadapi setiap tantangan dalam hidup ini.



0 komentar:


Posting Komentar

Blog Archive

Kategori

Posting terbaru

Komentar Terbaru

Bible Search

Bible

 

Apakah blog ini berguna untuk anda?