Senin, 19 Oktober 2009 Rm.4:20-25; Luk.12:13-21
Ketamakan adalah sebuah sikap keserakahan yang sangat tidak peduli dengan dunia sekitarnya. Sikap tamak membuat seseorang mengutamakan egoisme dan melupakan orang lain dalam hidupnya. Sikap inilah yang sangat ditentang oleh Yesus dalam Injil pada hari ini. Yesus mengajak kita semua untuk tetap meniungkapkan sikap salaing berbagi dengan orang lain, terlebih lagi dengan orang-orang yang berkekurangan. Dalam hal ini Yesus mau menekankan agar kita semua jangan berhenti untuk berbuat baik dengan orang lain. Apapun bentuk kebaikan yang kita berikan dan dalam situasi apappun hidup kita. Memang cukup sulit untuk kita wujudkan hal ini, tetapi mari kita mohon kekuatan kepada Tuhan, biar Tuhan sendiri yang membimbing setiap usaha baik kita.
Selasa, 20 Oktober 2009 Rm.5:12.15b.17-19.20b-21; Luk.12:35-38
Menunggu seseorang adalah sesuatu yang sangat membosankan. Apalagi yang ditunggu-tunggu tidak datang. Namun Injil pada hari ini mengajak kita semua untuk tetap aktif dalam sebuah penantian. Aktif di sini mengandung arti yang sangat mendalam. Aktif berarti kita diajak untuk menunggu sambil berjaga-jaga dan siap sedia untuk melakukan apa pun bagi orang yang kita nantikan. Penantian yang aktif mampu membawa kita pada sebuah perjumpaan yang sitimewa dengan Tuhan sendiri. Apakah kita pernah berjaga-jaga dalam hidup ini? Apakah kita pernah menantikan kedatangan Tuhan secara aktif dalam hidup ini?
Rabu, 21 Oktober 2009 Rm.6:12-18; Luk.12:39-48
“Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, daripadanya akan banyak dituntut….”, Ungkapan Yesus ini mengandung arti yang sangat mendalam yakni agar kita mensyukuri pemberian Tuhan yang begitu melimpah sekaligus yang kurang kita sadari dalam hidup ini. Segala sesuatu yang kita terima dalam hidup ini adalah anugerah dari Tuhan sendiri. Oleh karena itu, Sabda Tuhan pada hari ini mengajak kita semua untuk tetap berbagi dengan orang lain yang ada di sekitarku. Apa pun bentuknya. Karena sikpa berbagi adalah tanda bahwa kita sungguh mensyukuri rahmat Tuhan yang kita alami dalam hidup ini. Sudahkah kita memiliki sikap berbagi dan bewrsyukur ini?
Kamis, 22 Oktober 2009 Rm.6:19-23; Luk.12:49-53
“Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan api itu telah menyala.” Sepintas mendengar pernyataan Yesus ini, kita pasti bertanya-tanya, masa sih Yesus bisa bersikap seperti itu? Kho tega amat? Akan tetapi, bila kita merenungkan lebih jauh kita akan menemukan makna yang lebih mendalam. Api yang dimaksudkan di sini tidak lain adalah Semangat yang berkobar-kobar yang dijiwai oleh semangat Roh Kudus sendiri. Dengan semangat Roh Kudus kita semua diaajak untuk menjadi saksi yang membawa kebenaran bagi semua orang. Pertanyaannya untuk kita semua adalah apakah kita sudah memiliki semangat hidup yang dijiwai oleh Roh Kudus sendiri? Inilah makna yang mau disampaikan oleh Yesus pada hari ini.
Jumat , 23 Oktober 2009 Pw.S.Yohanes dr Capestrano, Imam Rm.7:8-25a; Luk.12:54-59
Hari ini Gereja merayakan Santo Yohanes dari Capestrano. Bersama dengan Santo Yohanes, kita semua diajak untuk menilai jaman ini. Menilai jaman bukan berarti hanya sekedar mengikuti perkembangan jaman, tetapi sungguh kita melibatkan diri untuk memberikan suatu kebaruan dalama hidup ini. Menilai jaman juga berarti mampu melihat kehadiran dan campur tangan Tuhan dalam setiap pengalaman hidup kita. Hidup di jaman sekarang ini, ada begitu banyak peristiwa yang menunjukkan tanda-tanda kehadiran dan campur tangan Allah. Hanya saja kita kurang menyadarinya. Semoga kita mampu melihat kehadiran dan campur tangan Tuhan dalam hidup kita masing-masing.
Sabtu, 24 Oktober 2009 Rm.8:1-11; Luk.13:1-9
“Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian”. Pernyataan Yesus ini mau mengajak kita semua untuk melihat keadaan diri kita masing-masing. Artinya perlu adanya sebuah perubahan dalam hidup kita. Yesus mengajak kita semua untuk bertobat. Pertobatan kita bukan hanya sekedar mengakui kesalahan atau kekeliruan, tetapi sungguh-sungguh menjadi moment yang membawa suatu pembaruan dalam hidup ini. Mari kita memulainya dari dalam diri kita sendiri, dari dalam keluarga dan di mana saja kita berada. Semoga kita mendapat penerangan Roh Kudus untuk melahirkan pertobatan dalam hidup ini.
Minggu, 25 Oktober 2009 Hari Minggu Biasa XXX Yer.31:7-9; Ibr.5:1-6; Mrk.10:46-49
“Yesus Anak Daud, kasihanilah aku”. Itulah teriakan ketidakberdayaan seorang buta yang mengharapkan kesembuhan untuk melihat. Teriakannya bukanlah bukanlah sekedar teriakan, tetapi teriakan yang mengandung iman yang mendalam. Ada iman yang sungguh percaya akan kuasa Yesus. Kita yang memiliki mata secara normal diajak untuk memiliki iman seperti orang buta. Artinya, percaya dengan penuh keyakinan akan kuasa Yesus. Kita yakin dan percaya bahwa, iman yang kita miliki ini, pasti membawa kesembuhan dalam hidup kita. Semoga kita semakin beriman kepada Yesus.
Selasa, 20 Oktober 2009
RENUNGAN HARIAN MINGGU III OKTOBER 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar