Selasa, 8 Desember HR SP Maria Dikandung Tanpa Dosa Kej.3:9-15.20; Ef.1:3-6, 11-12; Luk.1:26-38
Hari ini kita merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa. Perayaan ini sebagai bukti peranan Maria yang sangat besar dalam karya keselamatan Allah. hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau. Salam dari Malaikat Gabriel ini mengindikasikan pribadi Maria yang sangat istimewa. Kita pun adalah orang-orang yang dikaruniai oleh Tuhan. Kita diundang seperti Maria yang selalu membuka diri bagi karya keselamatan Allah. Mari di masa Adven kita sungguh-sungguh mebua diri aka belaskasih dan Cinta Kasih Allah.
Rabu, 9 Desember Yes.40:25-31; Mat.11:28-30
Hidup ini sepertinya tidak bisa terlepas dari yang namanya penderitaan. Di mana-mana harga barang semakin sulit dijangkau. Masalah perekonomian saat ini adalah masalah yang sangat pelik. Belum masalah hukum di negara kita yang sangat kacau balau yang dapat membuat kita untuk mudah putus asa. Namun, Sabda Tuhan pada hari ini meneguhkan kita semua. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”. Inilah sabda Yesus yang meneguhkan kita. Kalau boleh jujur, kita ini sangat lemah dalam banyak hal. Hari ini Yesus mengundang kita semua untuk membawa segala kelemahan dan penderitaan kita kepada-Nya. Apakah kita bersedia dan dengan rendah hati mau datang kepada Yesus?
Kamis, 10 Desember Yes.41:13-20; Mat.11:11-15
“Yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis”. Dalam injil pada hari ini, Yesus mau menunjukkan diri-Nya bahwa Dia datang bukanlah sebagai peguasa yang kelimpahan harta dan kekayaan serta jabatan dan juga bukan seorang yang haus akan hal-hal yang bersifat duniawi. Tetapi Ia datang sebagai penguasa sejagat yakni dengan merelakan diri-Nya untuk mengalami peristiwa YANG SANGAT MENGERIKAN yakni melalui sengsara dan wafat-Nya di kayu salib. Mari kita menyambut Dia dengan hati dan budi yang penuh dengan pertobatan.
Jumat, 11 Desember Yes.48:17-19; Mat.11:16-19
“Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung” Sabda Tuhan ini, mau mengingatkan kita bahwa Yohanes Pembaptis-lah yang menyanyikan kidung dukacita atas dosa-dosa untuk puasa dan pertobatan. Sedangkan Yesuslah yang meniup seruling sukacita. Namun, seruan pertobatan dan sukacita ini, sama sekali tidak dihiraukan. Bagaimana dengan kita saat ini? Apakah kita juga masih seperti orang-orang yang diumpamakan Yesus dalam injil pada hari ini? Apakah kita juga masih ingin mendengarkan seruan pertobatan Yohanes Pembaptis ini?
Sabtu 12 Desember Pw.S.Lusia, Perawan dan Martir Sir.48:1-4, 9-11; Mat.17:10-13
“Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia”. Sabda Yesus ini mau mengungkapkan fakta yang terjadi bahwa para nabi sebelum Yesus, seringkali mengalami penolakan di mana-mana dan tidak ada yang mendengarkan. Sebagai murid-murid Kristus, kita semua diajak untuk selalu membuka diri akan kehadiran dan kedatangan Yesus. Masa adven ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk memulainya. Mari kita mengisi masa adven ini dengan hal-hal yang berarti bagi Tuhan dan sesama kita.
Minggu, 13 Desember Hari Minggu Adven III Zef.3:14-18a; Flp.4:4-7; Luk.3:10-18
“Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak”. Ungkapan Yohanes Pembaptis ini mau menggambarkan keutamaan hidupnya, yakni kerendahan hati. Walaupun ia berperan penting dalam karya keselamatan Allah, ia tetap mengakui Yesus sebagai Mesias, Sang Juru selamat. Bila kita mencoba membandingkan sikap hidup di jaman sekarang ini, sikap kerendahan hati adalah sebuah sikap yang sangat mahal. Hampir di mana-mana banyak orang yang mengagungkan kesombongan, egoisme atau individualistime. Dan sikap-sikap seperti inilah yang patut kita benahi dalam hidup ini. Semoga sikap hidup kita juga sungguh-sungguh diwarnai dengan keutamaan kerendahan hati seperti yang dimiliki oleh Yohanes Pembaptis.
Fr.Aloy, CM
Senin, 07 Desember 2009
RENUNGAN HARIAN MINGGU II MASA ADVEN 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar