<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4023294228410787243</id><updated>2011-12-12T23:18:09.304+07:00</updated><category term='Artikel'/><category term='Cerita Bermakna'/><category term='Renungan'/><title type='text'>ABULLAZARIS</title><subtitle type='html'>Pojok Renungan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abullazaris.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Aloysius Bulu Lero</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07417993631756121764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7iAc4auPj0/SuhStVrBd6I/AAAAAAAAACE/AdG1uRQEziA/S220/IMG_0827.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4023294228410787243.post-2535235835761306539</id><published>2010-03-07T21:27:00.000+07:00</published><updated>2010-03-07T21:37:46.959+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>RENUNGAN HARIAN MINGGU III MASA PRAPASKAH</title><content type='html'>Senin, 8 Maret    2Raj 5:1-15a, Luk 4:24-30&lt;br /&gt;Ditolak oleh orang lain adalah hal yang biasa. Tetapi ditolak oleh saudara atau keluarga sendiri adalah sesuatu yang menyakitkan. Itulah pengalaman penolakan yang dialami oleh Yesus dalam injil pada hari ini. &lt;span class="fullpostbaca selengkapnya"&gt;Bila kita melihat lebih jauh lagi, kita perlu mengakui bahwa seringkali juga kita menolak Yesus untuk hadir dalam hidup kita masig-masing. Masa prapaskah mengajak kita semua untuk membuka diri menerima Yesus dalam hidup kita. Apakah kita masih menutup diri untuk menerima karya keselamatan yang datang secara cuma-cuma?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 9 Maret       Dan 3:25.34-43; Mat 18:21-3 &lt;br /&gt;Terlalu sering dalam hidup beriman, kita bersikap seperti orang Farisi. Kita mengaku diri sebagai pengikut Kristus, tetapi bertingkah seperti orang Farisi. Kita sering mengajarkan pengampunan, namun betapa sulitnya kita mengampuni anggota keluarga/komunitas atau siapa saja yang bersalah kepada kita, meski dalam hal yang sangat sepele. Mari, selama masa puasa ini, kita belajar dan terus belajar mengampuni sesama tanpa batas, sebagaimana Allah telah mengampuni kita juga tanpa batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 10 Maret      Ul 4:1.5-9; Mat 5:17-19&lt;br /&gt;Injil pada hari ini mau menegaskan kepada kita bahwa Hukum Taurat adalah hukum yang diberikan Tuhan kepada kita melalui Musa. Yesus datang untuk menggenapinya dengan hukum CINTA KASIH yang menempatkan manusia sebagai subjek hukum. Melalui sabda Tuhan pada hari ini, Yesus mengajak kita semua untuk sungguh menghayati hidup iman kita dalam hukum cinta kasih. Semoga hidup kita sungguh-sungguh diwarnai oleh semangat Cinta Kasih Kristus. Dan marilah kita memulainya dalam keluarga kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 12  Maret                        Hos 14:2-10; Mrk 12:28b-34&lt;br /&gt;Berbicara tentang kasih memang mengasyikkan dan mudah sekali. Namun, bagaimana dengan kasih yang harus nyata dalam perilaku dan tindakan? Cinta kasih bukan hanya soal pengetahuan dan ajaran. Cintakasih adalah tindakan. Ini nyata dalam tindakan Yesus sendiri. Ia mengasihi Bapa dan kita. Ia rela mati karena cinta-Nya kepada Bapa dan kita. Apakah kita juga  telah menemukan tindakan kasih dalam hidup kita sehari-hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 13  Maret                              Hos 6:1-6; Luk 18:9-14&lt;br /&gt;Doa berarti kita mau mengungkapkan ketidaklayakan kita di hadapan Tuhan. Doa yang baik kita bisa belajar dari cara pemungut cukai berdoa. Bukan seperti orang farisi yang berdoa sambil menjelek-jelekkan orang lain. Bukan doa seperti ini yang diminta oleh Tuhan. Doa yang diminta adalah doa yang diungkapkan dengan penuh kerendahan hati. Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Inilah doa kita yang baik. Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Bagaimanakah sikak kita selama ini dalam hal berdoa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4023294228410787243-2535235835761306539?l=abullazaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abullazaris.blogspot.com/feeds/2535235835761306539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2010/03/renungan-harian-minggu-iii-masa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/2535235835761306539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/2535235835761306539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2010/03/renungan-harian-minggu-iii-masa.html' title='RENUNGAN HARIAN MINGGU III MASA PRAPASKAH'/><author><name>Aloysius Bulu Lero</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07417993631756121764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7iAc4auPj0/SuhStVrBd6I/AAAAAAAAACE/AdG1uRQEziA/S220/IMG_0827.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4023294228410787243.post-6917917476596366378</id><published>2010-02-28T21:48:00.003+07:00</published><updated>2010-02-28T22:59:18.259+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>RENUNGAN HARIAN MINGGU II MASA PRAPASKAH</title><content type='html'>Senin, 1Maret                   Dan.9:4b-10; Luk.6:36-38&lt;br /&gt;Hari ini Yesus memberikan nasehat kepada para murid-Nya, agar mereka sungguh murah hati, tidak menghakimi, tidak menghukum, tetapi selalu mengampuni. Dalam masa prapaskah ini, Yesus juga menyapa kita untuk memiliki sikap murah hati dengan selalu mengampuni sikap sesama yang lain. &lt;span class="fullpost"&gt;Sikap murah hati di sini hendaklah dimulai dari hati dan pikiran yang jernih. Karena dengan sikap inilah akan muncul tindakan yang mulia dan tak ternilai harganya. Mari kita menjernihkan hati dan pikiran kita dari segala hal yang menghambat kita untuk selalu berbuat baik kepada sesama yang ada di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 2 Maret                Yes.1:10.16-20; Mat.23:1-12&lt;br /&gt;Menyelaraskan perkataan dalam perbuatan konkret, bukanlah hal yang mudah bagi kita. Sikap inilah yang dimiliki oleh kaum farisi sekaligus menjadi sikap yang seringkali dikritik keras oleh Yesus. Berhadapan dengan sikap seperti ini, kita diajak untuk bersikap kritis. Yakni melakukan perkataan-perkataan baik, tetapi menjauhi tindakan-tindakan yang buruk. Kita juga perlu belajar dari siapa pun juga. Ambil yang baik dan tinggalkan yang tidak baik. Sekali lagi kita semua diajak untuk semakin KRITIS dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 3 Maret                 Yer.18:18-20; Mat.20:17-28&lt;br /&gt;Keinginan untuk mendapatkan Kehormatan, Kenikmatan dan Kekuasaan adalah salah satu sifat manusia di jaman sekarang ini. Apakah prosesnya itu melalui jalan yang halal, tidak menjadi persoalan.  Namun, Yesus dalam injil pada hari ini, menegaskan bahwa setiap orang yang ingin menjadi lebih besar haruslah menjadi seorang pelayan. Artinya bahwa nilai dan martabat kita sebagai pengikut Kristus, bukan terletak pada harta dan kekuasaan, melainkan pada KARYA PELAYANAN yang kita wujudkan dalam hidup kita sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 4 Maret              Yer.17:5-10; Luk.16:19-31&lt;br /&gt;Kisah orang kaya dan Lazarus yang miskin, menegaskan bahwa keselamatan Allah itu sudah ada dalam realitas hidup manusia. Keselamatan tidak menunggu saat di akhirat nanti. Dalam hidup kita sehari-hari, Tuhan hadir melalui Lazarus-Lazarus yang lain, yakni bisa orang sakit, orang yang minta-minta, pengemis, gelandangan dan orang-orang yang miskin papa. Mereka bisa menjadi cara Tuhan untuk menawarkan KESELAMATANNYA kepada kita. Semoga kita dapat melihat dan menemukan Tuhan dalam diri mereka. Kita semua belum terlambat untuk mengalami kasih Allah dalam diri orang-orang terlantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 5 Maret                        Kej.37:3-4.12-13a; Mat.21:33-43.45-46&lt;br /&gt;Melalui perumpamaan ini, Yesus sebenarnya mau mengungkapkan sikap-sikap orang farisi dan ahli-ahli taurat yang menolak dan bahkan ingin membunuh-Nya. Semuanya ini karena mereka tidak mengakui Yesus sebagai Ahli Waris Allah sendiri. Dalam hidup harian kita, seringkali kita menolak Yesus lewat kata-kata yang kasar dan kotor serta tindakan-tindakan  yang kurang baik. Mari kita membuka hati dan diri kita untuk menerima Yesus dalam hidup kita masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 6 Maret          Mi.7:14-15.18-20; Luk.15:1-3.11-32&lt;br /&gt;Kegagalan bukanlah pengalaman yang selalu jelek. Kegagalan bila diolah, dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi pengalaman-pengalaman berikutnya. Penerimaan Bapa kepada anak bungsu yang telah meminta warisan dan hidup berfoya-foya, sungguh menjadi teladan bagi kita semua. Ini adalah pembelajaran yang nyata. Tinggal kita mau mengikuti, memilih dan mencobanya atau tidak? Pengampunan tidak cukup hanya diajarkan, tetapi butuh teladan, perlu contoh  yang baik. Semoga di masa prapaskah ini, kita sungguh menghasilkan sesuatu yang baru dalam diri kita masing-masing. Kita semua belum terlambat untuk bertobat.&lt;br /&gt;                                                                         &lt;br /&gt;                                                                         Fr. Aloy, CM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4023294228410787243-6917917476596366378?l=abullazaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abullazaris.blogspot.com/feeds/6917917476596366378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2010/02/renungan-harian-minggu-ii-masa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/6917917476596366378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/6917917476596366378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2010/02/renungan-harian-minggu-ii-masa.html' title='RENUNGAN HARIAN MINGGU II MASA PRAPASKAH'/><author><name>Aloysius Bulu Lero</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07417993631756121764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7iAc4auPj0/SuhStVrBd6I/AAAAAAAAACE/AdG1uRQEziA/S220/IMG_0827.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4023294228410787243.post-1577280862990740672</id><published>2010-02-21T22:46:00.000+07:00</published><updated>2010-02-21T22:48:08.760+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Senin, 22 Pebruari 2010                                1Ptr.5:1-4; Mat.16:13-19&lt;br /&gt;Hari ini kita peringati St.Polikarpus seorang uskup dan martir. Ia mengalami banyak penderitaan karena perjuangannya yang mempertahankan kedamaian hidup bersama. Ketika ia ditangkap, ia tidak memberikan perlawanan apapun, bahkan ia tersenyum. Ia rela mati dalam damai, tanpa konflik. Hal ini membuka wawasan iman kita bahwa kedamaian hidup bersama itu jauh lebih penting daripada kebanggaan duniawi. Apakah kita mau menjadi pewarta dan pelaku perdamaian di tengah dunia yang semakin penuh dengan bbagai macam tindakan kekerasan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 23 Pebruari 2010                             Yes.55:10-11; Mat.6:7-15&lt;br /&gt;Yesus dalam injil pada hari ini, mengingatkan kita akan doa Bapa Kami yang kita doakan setiap hari. Doa inilah yang menggambarkan seluruh keberadaan diri kita. Bukan doa yang bertele-tele. &lt;span class="fullpost"baca selengkapnya&gt;Doa itu adalah sebuah ungkapan pengalaman hidup yang konkret di hadapan Tuhan. Apakah kita sudah menghayati secara benar isi dari doa Bapa Kami yang hampir kita doakan setiap hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 24 Pebruari 2010                            Yun.3:1-10; Luk.11:29-32&lt;br /&gt;Sikap menganggap diri lebih tinggi/lebih hebat daripada orang lain adalah salah satu sikap yang sangat dibenci oleh Tuhan Yesus. Karena sikap seperti inilah yang membuat mata kita buta untuk melihat tanda-tanda kehadiran Allah dalam hidup kita. Sabda Tuhan pada hari ini mengajak kita semua membuka diri, membuka mata hati kita untuk melihat kehadiran Allah dalam setiap peristiwa dan pengalaman hidup kita. Masihkah kita menutup diri dalam hal ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 25 Pebruari 2010                         Est.4:10a.10c.-12.17-19; Mat.7:7-12&lt;br /&gt;Mintalah, carilah, dan ketoklah. Inilah tiga permintaan Yesus kepada kita dalam injil pada hari ini. Permintaan Yesus ini, mengingatkan kita bahwa doa itu perlu menjadi santapan kita setiap saat. Doa yang selalu dilakukan secara terus menerus dan TULUS pasti didengarkan oleh Tuhan. Dan hendaklah doa bukan hanya sebagai sebuah kebutuhan belaka tetapi lebih menjadi sebuah KERINDUAN yang besar dalam hidup kita masing-masing. Oleh karena itu, janganlah takut dan ragu untuk meminta apa yang kita butuhkan kepada Tuhan sebagai BAPA kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 26 Pebruari 2010                       Yeh.18:21-28; Mat.5:20-26&lt;br /&gt;Marah, mengumpat, mengucapkan kata-kata kotor, seringkali kita mendengarnya bahkan kita lakukan sendiri dalam hidup ini. Dan mungkin menjadi hal yang biasa bagi kita atau bahkan telah menjadi kebiasaan kita. Namun, hari kita diingatkan lagi bahwa sikap-sikap seperti ini akan merusak relasi kita dengan sesama termasuk Tuhan sendiri. Mari kita berusaha memperbaiki dan meninggalkan kebiasaan buruk ini, mumpung masih ada kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 27 Pebruari 2010                     Ul.26:16-19; Mat.5:43-48&lt;br /&gt;Mengasihi sesama dan membenci musuh adalah hal yang biasa dalam hidup kita. Tapi, hari ini Yesus membawa sebuah ajaran baru kepada kita yakni mengasihi sesama dan mencintai musuh. Apakah ini mungkin dalam hidup kita? Yesus mengajarkan kita bahwa CINTA itu harus kita bagikan kepada semua orang termasuk para musuh kita. Yesus telah mewujudkan dalam hidup-Nya. Apakah kita juga bersedia untuk mewujudkannya dalam hidup kita sehari-hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORANG KRISTEN YANG BAIK, TIDAK HANYA MENDENGARKAN SABDA TUHAN, &lt;br /&gt;TETAPI MENGHASILKAN BUAH YANG BAIK DALAM HIDUPNYA &lt;br /&gt;                                                                          Fr. Aloy, CM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4023294228410787243-1577280862990740672?l=abullazaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abullazaris.blogspot.com/feeds/1577280862990740672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2010/02/senin-22-pebruari-2010-1ptr.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/1577280862990740672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/1577280862990740672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2010/02/senin-22-pebruari-2010-1ptr.html' title=''/><author><name>Aloysius Bulu Lero</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07417993631756121764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7iAc4auPj0/SuhStVrBd6I/AAAAAAAAACE/AdG1uRQEziA/S220/IMG_0827.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4023294228410787243.post-5192504361338361097</id><published>2009-12-07T21:03:00.001+07:00</published><updated>2009-12-07T21:05:10.814+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>RENUNGAN HARIAN MINGGU II MASA ADVEN 2009</title><content type='html'>Selasa, 8 Desember  HR SP Maria Dikandung Tanpa Dosa       Kej.3:9-15.20; Ef.1:3-6, 11-12; Luk.1:26-38&lt;br /&gt;Hari ini kita merayakan Hari Raya  Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa. Perayaan ini sebagai bukti peranan Maria yang sangat besar dalam karya keselamatan Allah. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau. Salam dari Malaikat Gabriel ini mengindikasikan pribadi Maria yang sangat istimewa. Kita pun adalah orang-orang yang dikaruniai oleh Tuhan. Kita diundang seperti Maria yang selalu membuka diri bagi karya keselamatan Allah. Mari di masa Adven kita sungguh-sungguh mebua diri aka belaskasih dan Cinta Kasih Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 9  Desember                                                                                            Yes.40:25-31; Mat.11:28-30&lt;br /&gt;Hidup ini sepertinya tidak bisa terlepas dari yang namanya penderitaan. Di mana-mana harga barang semakin sulit dijangkau. Masalah perekonomian saat ini adalah masalah yang sangat pelik. Belum masalah hukum di negara kita yang sangat kacau balau yang dapat membuat kita untuk mudah putus asa. Namun, Sabda Tuhan pada hari ini meneguhkan kita semua. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”. Inilah sabda Yesus yang meneguhkan kita. Kalau boleh jujur, kita ini sangat lemah dalam banyak hal. Hari ini Yesus mengundang kita semua untuk membawa segala kelemahan dan penderitaan kita kepada-Nya. Apakah kita bersedia dan dengan rendah hati mau datang kepada Yesus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 10 Desember                                                                                            Yes.41:13-20; Mat.11:11-15&lt;br /&gt;“Yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis”. Dalam injil pada hari ini, Yesus mau menunjukkan diri-Nya bahwa Dia datang bukanlah sebagai peguasa yang kelimpahan harta dan kekayaan serta jabatan dan juga bukan seorang yang haus akan hal-hal yang bersifat duniawi. Tetapi Ia datang sebagai penguasa sejagat yakni dengan merelakan diri-Nya untuk mengalami peristiwa YANG SANGAT MENGERIKAN yakni melalui  sengsara dan wafat-Nya di kayu salib. Mari kita menyambut Dia dengan hati dan budi yang penuh dengan pertobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 11 Desember                                                                                            Yes.48:17-19; Mat.11:16-19&lt;br /&gt;“Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung” Sabda Tuhan ini, mau mengingatkan kita bahwa Yohanes Pembaptis-lah yang menyanyikan kidung dukacita atas dosa-dosa untuk puasa dan pertobatan. Sedangkan Yesuslah yang meniup seruling sukacita. Namun, seruan pertobatan dan sukacita ini, sama sekali tidak dihiraukan. Bagaimana dengan kita saat ini? Apakah kita juga masih seperti orang-orang yang diumpamakan Yesus dalam injil pada hari ini? Apakah kita juga masih ingin mendengarkan seruan pertobatan Yohanes Pembaptis ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu 12  Desember Pw.S.Lusia, Perawan  dan Martir                                 Sir.48:1-4, 9-11; Mat.17:10-13&lt;br /&gt;“Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia”. Sabda Yesus ini mau mengungkapkan fakta yang terjadi  bahwa para nabi sebelum Yesus, seringkali mengalami penolakan di mana-mana dan tidak ada yang mendengarkan. Sebagai murid-murid Kristus, kita semua diajak untuk selalu membuka diri akan kehadiran dan kedatangan Yesus. Masa adven ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk memulainya. Mari kita mengisi masa adven ini dengan hal-hal yang berarti bagi Tuhan dan sesama kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 13 Desember  Hari Minggu Adven III            Zef.3:14-18a; Flp.4:4-7; Luk.3:10-18&lt;br /&gt;“Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak”. Ungkapan Yohanes Pembaptis ini mau menggambarkan keutamaan hidupnya, yakni kerendahan hati. Walaupun ia berperan penting dalam karya keselamatan Allah, ia tetap mengakui Yesus sebagai Mesias, Sang Juru selamat.  Bila kita mencoba membandingkan sikap hidup di jaman sekarang ini, sikap kerendahan hati adalah sebuah sikap yang sangat mahal. Hampir di mana-mana banyak orang yang mengagungkan kesombongan, egoisme atau individualistime. Dan sikap-sikap seperti inilah yang patut kita benahi dalam hidup ini. Semoga sikap hidup kita juga sungguh-sungguh diwarnai dengan keutamaan kerendahan hati seperti yang dimiliki oleh Yohanes Pembaptis.&lt;br /&gt;Fr.Aloy, CM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4023294228410787243-5192504361338361097?l=abullazaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abullazaris.blogspot.com/feeds/5192504361338361097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/12/renungan-harian-minggu-ii-masa-adven.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/5192504361338361097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/5192504361338361097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/12/renungan-harian-minggu-ii-masa-adven.html' title='RENUNGAN HARIAN MINGGU II MASA ADVEN 2009'/><author><name>Aloysius Bulu Lero</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07417993631756121764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7iAc4auPj0/SuhStVrBd6I/AAAAAAAAACE/AdG1uRQEziA/S220/IMG_0827.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4023294228410787243.post-5967075722256506890</id><published>2009-12-01T22:09:00.001+07:00</published><updated>2009-12-01T22:16:37.652+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>RENUNGAN HARIAN MINGGU I BULAN DESEMBER 2009</title><content type='html'>Selasa, 1 Des Pw B.Dionisius dan Redemptus (BiarwMrt Indonesia)                                                                                               Yes.11:1-10; Luk.10:21:24&lt;br /&gt;Melalui injil pada hari ini, kita dapat menemukan ungkapan syukur dari Yesus yang penuh dengan kebahagiaan. Ia bersyukur atas murid-murid-Nya. &lt;span class="fullpost"&gt;Rasa syukur Yesus ini, tidak hanya berlaku bagi para rasul-Nya, tetapi juga bagi kita saat ini. Sebagai murid Kristus, kita pun diajak untuk selalu bersyukur kepada Tuhan atas setiap pengalaman yang kita alami dalam hidup ini. Dan kalau boleh jujur, sebenarnya hanya ini yang dapat kita lakukan, tetapi jarang kita sekali kita lakukan. Semoga hidup kita selanjutnya, dapat diwarnai dengan rasa syukur yang berlimpah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu,  2 Desember                             Yes.25:6-10a; Mat.15:29-37&lt;br /&gt;“Hati-Ku oleh belas kasihan kepada orang banyak itu.” Pernyataan Yesus yang sangat singkat tetapi jelas dan mengandung makna yang mendalam. Yesus mengajak kita untuk memiliki sikap hati seperti ini. Namun, situasi jaman saat ini menuntut kita untuk menjadi pribadi yang sangat egois, hanya mementingkan diri sendiri bahkan lupa dengan situasi hidup orang lain. Yesus telah peduli dengan kita umat manusia dan sangat mencintai kita dengan merelakan diri-Nya sampai wafat di kayu salib. Melihat cinta Yesus kepada dan begitu besar ini, apakah kita juga mau memiliki sikap hati yang penuh dengan belas-kasihan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis,  3 Deember Pesta S.Fransiskus Xaverius, Im                             1 Kor.9:16-19, 22-23; Mrk.16:15-20&lt;br /&gt;Hari ini kita merayakan pesta S.Fransiskus Xaverius pelindung lingkungan Santo Fransiskus Oro-oro Ombo. Melalui parayaan hari ini, kita semua dipanggil dan diutus oleh Yesus untuk pergi mewartakan injil kepada banyak orang. "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Itulah undangan Yesus untuk kita semua. Yesus telah menjadikan kita sebagai rekan kerja-Nya. Apakah kita bersedia memenuhi undangan Yesus ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 4 Desember                                                                                                Yes.29:17-24; Mat.9:27-31&lt;br /&gt;Dewasa ini, banyak di antara kita yang suka mencari petunjuj kepada dukun-dukun. Yang tujuannya untuk mendapatkan kesembuhan dari penyakit. Tetapi dalam injil pada hari ini kita ditantang dengan iman yang dimiliki oleh dua orang buta; Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Permohonan ini mau mengungkapkan iman yang begitu mendalam di tengah ketidakberdayaan. Iman seperti inilah yang dikehenadaki oleh Yesus. Yesus adalah Penyembuh utama bagi segala jenis penyakit yang kita alami dalam hidup ini. Tetapi apakah kita sudah mengimani Yesus yang seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 5 Des                                                                            Yes.30:19-21, 23-26; Mat.9:35-10:1, 6-8&lt;br /&gt;Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Sabda Tuhan ini menyadarkan kita kembali bahwa Tuhan sangat mencintai kita umat manusia. Dalam diri kita, ada begitu banyak anugerah yang diberikan secara cuma-cuma. Tugas kita adalah membagikannya kepada orang lain, bukan hanya untuk diri sendiri. Tuhan meminta kita supaya jangan terlalu PELIT/KIKIR dalam hal berbagi rahmat yang berasal dari Tuhan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 6 Des Hari Minggu Adven II                                 Bar.5:1-9; Flp.4:4-7; Luk.3:10-8&lt;br /&gt;Luar biasa Yohanes Pembaptis dalam injil pada hari ini. Selain ia mengajarkan umat tentang pertobatan, ia juga memberi kita nasehat berharga melalui injil pada hari ini yakni supaya kita hidup dengan saling berbagi satu sama lain. Pesan ini sangat kontekstual dengan situasi hidup kita saat ini. Di sekitar kita masih banyak saudara kita yang sangat membutuhkan pertolongan dan uluran tangan kita. Namun persoalannya adalah apakah kita masih mau peduli dengan penderitaan sesama kita? Semoga.&lt;br /&gt;Fr.Aloy, CM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4023294228410787243-5967075722256506890?l=abullazaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abullazaris.blogspot.com/feeds/5967075722256506890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/12/renungan-harian-minggu-i-bulan-desember.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/5967075722256506890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/5967075722256506890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/12/renungan-harian-minggu-i-bulan-desember.html' title='RENUNGAN HARIAN MINGGU I BULAN DESEMBER 2009'/><author><name>Aloysius Bulu Lero</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07417993631756121764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7iAc4auPj0/SuhStVrBd6I/AAAAAAAAACE/AdG1uRQEziA/S220/IMG_0827.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4023294228410787243.post-7625880927618667946</id><published>2009-11-24T07:48:00.004+07:00</published><updated>2009-11-24T08:23:15.853+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>RENUNGAN HARIAN MINGGU IV BULAN NOPEMBER 2009</title><content type='html'>Senin, 23  Nov.             Dan.1:1-6.8-20;  Luk.21:1-4&lt;br /&gt;Injil pada hari ini mengisahkan persembahan seorang janda miskin. Ia mempersembahkan seluruh nafkahnya dalam satu  hari, tanpa memiliki cadangan sebagai penggantinya. Persembahan seperti ini mengandung arti bahwa ia mempercayakan dirinya seutuhnya bagi penyelenggaraan  Ilahi. Di samping  itu juga ia menunjukkan kerelaan dan keiklasan dalam hal memberi. Bagaimana dengan sikap kita dalam hal memberi? Apakah kita juga memiliki ketulusan dan keiklasan seperti seorang janda ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 24  Nov, Pw.S.Andreas Dung Luc, dkk (Imam Mrt-Vietnam)     Dan.2:31-45 Luk.21:5-11&lt;br /&gt;Yesus dalam bacaan hari ini mengingatkan kita dengan tegas bahwa tidak ada yang tahu kapan saatnya tiba. Yang dimaksudkan di sini adalah penghakiman terakhir pada akhir zaman. &lt;span class="fullpost"&gt;Satu hal yang penting di sini adalah bukanlah pengetahuan melainkan sebuah sikap hidup bahwa saat ini kita hidup sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah. Dan itulah usaha kita sebagai wujud kesiapsiagaan kita dalam menyongsong kedatangan Tuhan. Marilah kita selalu berjaga-jaga dalam hidup ini, agar kita tidak terkejut pada waktunya.Apakah kita sudah sungguh-sungguh mempersiapkan &lt;br /&gt;kedatangan Tuhan ini?           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 25  Nov,      Dan.5:1-6.13-14.16-1 ;  Luk.21:12-19&lt;br /&gt;Mencapai kesuksesan atau  keberhasilan dalam dunia dewasa ini tidak lagi melalui sebuah usaha yang keras, tetapi secara instan dan dapat dilakukan dalam berbagai cara. Dalam injil pada hari, Yesus menegaskan kepada kita bahwa untuk mau menjadi pengikut-Nya kita harus bersedia untuk melewati sebuah penderitaan yang luar biasa. Bahkan kita harus siap untuk dibunuh dan disiksa sekalipun. Mari kita berjuang bersama-sama untuk menjadi pengikut Kristus yang setia kepada-Nya. Dan mari kita memulainya dari hal-hal kecil dalam hidup dan panggilan kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 26 Nov Dan.5:1-6.13-14.16-1 ; Luk.21:12-19                                                                         &lt;br /&gt;Sabda Tuhan pada hari ini, sungguh mengerikan dan mendebarkan hati setiap orang yang mau merenungkannya. Bagaimana mungkin Yesus menyatakan bahwa “Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau menyusui bayi pada masa itu”. Akan tetapi sabda Tuhan ini tidaklah bertujuan demikian. Melalui pernyataan ini, Yesus mau mengajak kita semua untuk sungguh-sungguh berjalan dalam kehendak-Nya. Yesus ingin agar kita semua tetap hidup dalam kebaikan-kebaikan. Yesus juga menginginkan kita semua untuk agar selalu dan selalu melibatkan  Dia dalam setiap peristiwa dan pengalaman hidup kita. Apakah kita sudah berusaha melibatkan Tuhan dalam hidup kita sehari-hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 27  Nov, Pesta  SP. Maria Tak Bercela dari Medali Wasiat      &lt;br /&gt;Dan.7:2-14; :Luk.21:29-33&lt;br /&gt;Hari ini kita memperingati Santa Perawan Maria dari Medali Wasiat. Melalui peristiwa hari ini, kita semua diingatkan agar senaniasa tetap menjalin relasi yang dekat dengan Bunda Maria. Karena melalui kedekatan kita dengan Bunda Maria,  kita semua bisa menjalin relasi yang sangat dekat Tuhan kita sendiri. Dan bila kita yakin dan percaya dengan penuh iman, hidup kita sesungguhnya penuh dengan kedamaian dan ketenangan. Namun, apakah kita sudah memiliki relasai yang sangat dekat dengan Bunda Maria yang Bunda kita yang selalu menolong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu 28 Nov,  Peringatan S.Katarina Laboure Perawan.  7:15-27; Luk.21:34-36&lt;br /&gt;Hari ini Gereja kita memperingati S.Katarina Laboure seorang Suster Puteri Kasih. Walaupun mendapat anugerah  istimewa penampakan Santa Perawan Maria Tak Bercela dan anugerah-anugerah  lain, ia tetap membaktikan seluruh hidupnya pada pelayanan kaum  miskin. Bersama Santa Katarina Laboure, Yesus mengajak kita semua melalui injil pada hari ini untuk selalu berjaga-jaga sambil berdoa. Sikap seperti ini sangat berarti untuk hidup kita. Kita mau berjaga-jaga sambil berdoa karena kita mau memperoleh kekuatan dari Tuhan dan tidak ingin jatuh dalam dosa. Semoga kita sungguh-sungguh mampu memaknai hidup kita yang singkat ini dengan senantiasa berjaga-jaga sambil berdoa. Sehingga kita tidak terkejut bila Tuhan datang pada waktu yang tidak kita ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 29  Nov, Hari Minggu Adven I       &lt;br /&gt;Yer.33:14-16; 1Tes.3:12-4:2; Luk.21:25-28.34-36&lt;br /&gt;”Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi...!” Itulah nasehat awal dari Tuhan Yesus untuk kita semuadi hari Minggu Adven Pertama ini. Melalui sabda Yesus ini, kita semua diajak untuk sekali lagi berjaga-jaga sambil mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya. Semoga kita juga benar-benar menggunakan masa Adven ini dengan sebaik mungkin yakni mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan-Nya sebagai sang Juru Selamat seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;Fr.Aloy, CM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4023294228410787243-7625880927618667946?l=abullazaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abullazaris.blogspot.com/feeds/7625880927618667946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/11/renungan-harian-minggu-iv-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/7625880927618667946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/7625880927618667946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/11/renungan-harian-minggu-iv-bulan.html' title='RENUNGAN HARIAN MINGGU IV BULAN NOPEMBER 2009'/><author><name>Aloysius Bulu Lero</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07417993631756121764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7iAc4auPj0/SuhStVrBd6I/AAAAAAAAACE/AdG1uRQEziA/S220/IMG_0827.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4023294228410787243.post-8134935707728618141</id><published>2009-11-15T21:52:00.003+07:00</published><updated>2009-11-15T22:00:44.274+07:00</updated><title type='text'>RENUNGAN HARIAN MINGGU III BULAN NOPEMBER 2009</title><content type='html'>Senin, 16 Nopember     1Mak.1:10-15.41-43.54-57.62-64;  Luk.18:35-43&lt;br /&gt;"Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat! Bila kita mau merenungkan pertanyaan Yesus dan jawaban orang buta ini, kita akan menemukan bahwa inilah realitas yang terjadi dalam hidup kita saat ini. &lt;span class="fullpost"&gt;Seringkali kita yang memiliki mata yang normal, tetapi kurang mampu melihat situasi yang terjadi di sekitar kita. Bacaan hari ini mengajak kita untuk semakin peka dengan kebutuhan sesama yang ada di sekitar kita. Apakah kita juga masih menutup mata dengan situasi dunia yang tidak menentu saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 17 Nov, Pw.S.Elisabet dari Hungaria      2Mak.6:18-31 Luk.19:1-10&lt;br /&gt;Bersama Santa Elisabet dari Hungaria yang kita rayakan pada hari ini, ada satu peristiwa dalam injil pada hari ini yang menjadi permenungan kita bersam yakni tentang pertobatan Zakeus. Zakheus adalah orang baik yang terjebak dalam struktur birokrasi yang korup. Dalam hatinya masih kuat kerinduan untuk bertobat. Dan kehadiran Yesus di dalam rumahnya yang mampu mengubah hidupnya yakni bertobat. Sebagai anak-anak Abraham, kita pun patut seperti Zakheus yang mau bertobat. Kita juga diajak untuk tetap meneladani Yesus yang mencari dan menyelamatkan yang hilang, menyembuhkan yang terluka, menyapa yang kesepian, mengunjungi yang sakit dan membantu mereka yang menderita kelaparan. Apakah kita bersedia untuk melakukan hal ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 18  Nopember,    2Mak.7:1.20-31; Luk.19:11-28&lt;br /&gt;Sabda Tuhan pada hari ini berbicara kepada kita tentang sebuah kesetiaan dalam menjalankan kepercayaan yang diberikan oleh seseorang kepada kita. Apalagi dalam hal ini kepercayaan itu berasal dari Tuhan. Dalam diri kita ada begitu banyak anugerah dan talenta yang Tuhan berikan kepada kita. Kita diminta untuk setia dan bertanggung jawab dalam menjalankan dan mengembangkannya. Mewujudkan kesetiaan dalam kehidupan di jaman sekarang ini bukanlah hal yang mudah. Butuh perjuangan yang besar. Situasi yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa kesetiaan sangat sulit diwujudkan. Mari kita mencoba dan berusaha untuk saling setia satu sama lain, mulai dari dalam keluarga kita masing-masing. Dan janga lupa mari kita tetap mohon rahmat dan kekuatan Tuhan agar kita tetap mampu mewujudkan kesetiaan dalam hidup ini. Pertanyaannya adalah apakah kita mau dan bersedia untuk setia dalam menjalankan kepercayaan Tuhan dalam hidup ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 19  Nopember                                1Mak.2:15-29; Luk.19:41-44&lt;br /&gt;"Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu”. Demikianlah peringatan Yesus tentang kehancuran Yerusalem yang segera akan terjadi. Dan ini yang membuat Yesus bisa menangis karena masih banyak orang yang belum mengerti ajaran-Nya dan belum mengerti tentang apa yang perlu bagi damai sejahteranya. Apakah kita juga telah mengerti dengan baik tentang apa yang perlu untuk damai sejahtera bagi hidup kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 20 Nopember, 1Mak.4:36-37.52-59; Luk.19:45-48&lt;br /&gt;Sabda Tuhan pada hari ini mengisahkan peristiwa Yesus yang menyucikan bait Allah. Yesus mengusir banyak orang keluar dari bait Allah karena menggunakan Bait Allah untuk berdagang dan berjualan yang tidak pada tempatnya. Kita juga yakin dan percaya bahwa hidup kita ini, khususnya tubuh kita ini adalah Bait Allah sendiri. Melalui peristiwa dalam injil pada hari ini, Yesus ingin mengusir segala kejahatan yang ada dalam diri kita. Kita diajak untuk membuka diri dan membiarkan Yesus berkarya dalam hidup kita. Yesus mengajak kita semua untuk menyucikan diri kita dengan kebaikan-kebaikan yang selalu bersumberkan pada cinta Kasih-Nya. Apakah kita mau membuka diri dan membiarkan Yesus untuk berkarya dalam hidup kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu 21 Nopember, Pesta SP Maria Dipersembahkan Kepada Allah 1Mak.6:1-13 Luk.20:27-40   .   &lt;br /&gt;Hari ini kita merayakan Santa Perawan Maria yang dipersembahkan kepada Allah. Bunda Maria selama hidupnya telah memberikan seluruh waktu, tenaga, pikiran dan hatinya kepada Allah. Ada dua hal yang kita dapat teladani dari Maria yakni sikap kepekaan dan rendah hati. “sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendakmu”. Inilah bukti persembahan diri Maria yang total kepada Allah. Bunda Maria dipersembahkan kepada Allah karena ia telah menjalankan apa yang terbaik bagi Allah dan juga bagi keselamatan seluruh umat manusia. Dan semoga peristiwa ini dapat mewarnai seluruh perjuangan dan perjalanan hidup kita. Mampukah kita melakukan seperti apa yang dilakukan Bunda Maria selama hidupnya?&lt;br /&gt;Fr.Aloy CM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4023294228410787243-8134935707728618141?l=abullazaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abullazaris.blogspot.com/feeds/8134935707728618141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/11/renungan-harian-minggu-iii-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/8134935707728618141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/8134935707728618141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/11/renungan-harian-minggu-iii-bulan.html' title='RENUNGAN HARIAN MINGGU III BULAN NOPEMBER 2009'/><author><name>Aloysius Bulu Lero</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07417993631756121764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7iAc4auPj0/SuhStVrBd6I/AAAAAAAAACE/AdG1uRQEziA/S220/IMG_0827.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4023294228410787243.post-442039491245990450</id><published>2009-11-09T01:03:00.004+07:00</published><updated>2009-11-09T01:19:09.690+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>RENUNGAN HARIAN MINGGU II BULAN NOPEMBER 2009</title><content type='html'>Senin, 09  Nov 2009,  Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran   Yeh.47:1-2, 8-9, 12; 1 Kor.3:9b-11, 16-17; Yoh.2:13-22&lt;br /&gt;Hari ini adalah Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran. Bacaan Injil, mengingatkan kita akan kesucian Bait Allah. Kita percaya bahwa Gereja adalah Bait Allah sendiri. Tetapi jangan lupa bahwa tubuh kita juga pun adalah bait Allah. Namun dalam kenyataan hidup sehari-hari di jaman sekarang ini, kadang-kadang kita &lt;span class="fullpost"&gt;lupa bahwa tubuh kita ini adalah bait Allah. Kemarahan Yesus yang terungkap dalam injil pada hari ini juga berlaku bagi, bila kita juga masih memiliki sikap-sikap yang tidak menghormati Bait Allah. Yesus marah bukan berarti karena benci, tetapi karena cinta-Nya yang sangat besar kepada kita semua. Kita perlu bersyukur karena kita bisa diingatkan kembali oleh Yesus pada hari ini, walaupun sangat keras. Cara konkret bagi kita untuk menghormati Gereja sebagai Bait Allah adalah dengan berpakaian sopan dan pantas bila kita mau mengikuti perayaan Ekaristi atau misa saat dan dimana pun. Hal ini juga mau menunjukkan bahwa kita telah sungguh-sungguh menggunakan tubuh kita  ini sebagai bait Allah. Lebih dari pada itu karena kita mau menghormai dan menghargai kehadiran Allah dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 10 Nov. Pw.S.Leo Agung PausPujG   Keb.2:23-3:9; Luk.17:7-10 &lt;br /&gt;Jaman sekarang ini adalah jaman yang penuh dengan pujian dan sanjungan. Di mana-mana setiap orang ingin disanjung dan dipuji-puji. Tetapi dalam injil pada hari ini yang bertepatan dengan peringatan Sano LeoAgung seorang Pujangga Gereja, Yesus mengajak kita untuk berkarya dan melayani tanpa mengharapkan pujian atau imbalan dan sanjungan lainnya. Yesus meminta kita agar kita tetap rendah hati sambil berkata “kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan. Dan itulah tugas dan panggilan kita sebagai murid Kristus melayani dengan penuh kerendahan hati. Memang cukup sulit untuk kitawujudkan kerendahan hati di jaman sekarang ini. Tetapi mari kita tetap mohon rahmat dan kekuatan kepada Tuhan, biarlah kerendahan hati-Nya sendiri yang menjiwai setiap karya pelayanan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 11 Nov 2009, Pw  S.Martinus dr Tours (Uskup).Keb.6:1-11; Luk.17:11-19    &lt;br /&gt;Yesus Guru, kasihanilah kami. Inilah seruan ketidakberdayaan dari Kesepuluh orang Kusta yang disembuhkan oleh Yesus. Tetapi ada berapa orang yang datang kepada Yesus untuk bersyukur? Hanya satu orang. Kesembbilan orang kusta tidak perlu datang lagi kepada Yesus untuk bersyukur karena sudah disembuhkan-Nya. Peristiwa dalam injil pada hari ini, mungkin juga termasuk pengalaman hidup kita sehari-hari. Setiap hari adalah pengalaman keselamatan, pengalaman syukur dan pengalaman berahmat. Setiap detik Tuhan memberi kita kesempatan untuk menikmati karya dan kebaikan-Nya. Apakah kita juga selalu meluangkan waktu untuk bersyukur kepada Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 12 Nov, 2009 Pw S.Yosafat, UskMrt.       Keb.7:22-8:1;  Luk.17:20-25&lt;br /&gt;Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu. Sabda Yesus ini mau mengatakan kepada kita bahwa tidak perlu lagi bertanya dan mencari di mana kerajaan Allah itu hadir. Dalam setiap peristiwa hidup kita kerajaan Allah selalu hadir, hanya saja kita belum atau bahkan tidak mau  menyadari kehadiran-Nya. Oleh karena itu, mari kita berusaha lagi dengan lebih sungguh-sungguh memaknai hidup ini. Tuhan ada di antara kita. Dan Ia selalu setia membimbing hidup kita.  Santo Yosafat yang kita rayakan pada hari ini, telah memberikan teladan kepada kita. Semoga kita juga berani mengalami kerajaan Allah yang sudah hadir di tengah-tengah kehidupan kita di jaman sekarang ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 13 Nov 2009            Keb.13:1-9; Luk.17:26-37&lt;br /&gt;Sabda Tuhan pada hari ini,  mengingatkan kita tentang Akhir zaman atau kematian. Menghadapi akhir zaman, Yesus mengajak dan mengingatkan kita semua agar tetap setia dalam menghayati tugas perutusan atau panggilan kita masing-masing. Artinya kita hidup dan bekerja dengan sebaik mungkin dan tidak neko-neko. Kematian berarti kita bertemu dengan Tuhan secara pribadi. Jika setiap hari kita sudah terbiasa bertemu dengan Tuhan, maka kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan lagi bagi kita, tetapi sesuatu yang menggembirakan dan harus dihadapi dengan penuh iman dan penyerahan diri yang total kepada-Nya. Semoga kita mampu memaknai sebuah kematian dengah lebih melalui cara hidup kita sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu 14 Nov 2009,                            Keb.18:14-16.19:6-9; Luk.18:1-8&lt;br /&gt;Perumpamaan dalam injil pada hari ini merupakan gambaran konkret akan hidup doa kita. Melalui sabda Tuhan pada hari ini, Yesus mau mengajak kita untuk selalu setia dalam berdoa. Doa adalah sebuah ungkapan cinta kita kepada Allah. Cinta itu perlu diungkapkan setiap saat. Cinta adalah ungkapan hati dan tindakan yang penuh dengan ketulusan. Cinta kita kepada Tuhan tidak boleh kalah atau menyerah dengan rasa bosan, rasa jemu dan rasa lelah. Semoga doa kita selama ini bukan hanya sekedar litani permohonan, tapi sungguh-sungguh sebagai sebuah ungkapan cinta kita pada Tuhan. Juga bukan hanya sekedar suatu kebutuhan tetapi sebagai sebuah ungkapan kerinduan kita yang sangat mendalam untuk berjumpa dengan Tuhan. &lt;br /&gt;Fr.Aloy,CM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4023294228410787243-442039491245990450?l=abullazaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abullazaris.blogspot.com/feeds/442039491245990450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/11/renungan-harian-minggu-ii-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/442039491245990450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/442039491245990450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/11/renungan-harian-minggu-ii-bulan.html' title='RENUNGAN HARIAN MINGGU II BULAN NOPEMBER 2009'/><author><name>Aloysius Bulu Lero</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07417993631756121764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7iAc4auPj0/SuhStVrBd6I/AAAAAAAAACE/AdG1uRQEziA/S220/IMG_0827.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4023294228410787243.post-3535606823842854885</id><published>2009-11-03T05:03:00.003+07:00</published><updated>2009-11-04T04:22:01.286+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>RENUNGAN HARIAN MINGGU I BULAN NOPEMBER 2009</title><content type='html'>Senin, 02  Nopember 2009     Peringatan Arwah Semua Orang Beriman 2Kor.4:14-5:1; Luk.23:33.39-43&lt;br /&gt;Peringatan arwah semua orang beriman dan injil pada hari ini,  mengingatkan saya akan kematian ibu saya 25 Agustus 2009 yang lalu. Seorang ibu yang sangat sederhana, penuh perhatian dan kasih sayang. &lt;span class="fullpost"&gt;Menyedihkan memang bila mengingat kembali kepergiannya. Ada banyak hal yang bisa saya renungkan dari kematian ibu saya. Kematian itu bukanlah sekedar akhir hidup manusia di dunia ini. Kematian adalah sebuah peristiwa perjumpaan manusia yang sangat istimewa dengan Tuhannya. Saya yaki dan percaya bahwa sekarang ini ia berada bersama Tuhan Yesus dalam Taman Firdaus. Taman Firdaus yang dsiediakan Tuhan Yesusini, juga akan menjadi milik kita, bila kita sungguh-sungguh menjalani haidup ini seseuai dengan kehendak Tuhan sendiri. Apakah kita mau hidup bersama Tuhan Yesus dalam Taman Firdaus-Nya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 03  Nopember 2009      Rm.12:5-16a; Luk.14:15-24&lt;br /&gt;Rahmat dan kemurahan Tuhan sungguh-sungguh terasa dalam hidup ini. Kalau kita meluangkan waktu sejenak untuk berdiam diri, kita akan menemukan begitu besar cinta dan karunia yang kita peroleh dari Tuhan. Demikianlah apa yang dapat kita pelajari dari injil pada hari ini. Tuhan sudah menyediakan segala-galanya untuk kita semua. Tuhan mengundang kita semua untuk ikut mengambil bagian dalam perjamuan kudus-Nya. Namun  karena berbagai macam kekuatiran dan kegelisahan duniawi, dengan mudahnya kita menolak undangan Tuhan yang sangat istimewa ini. Sabda Tuhan pada hari ini mengajak kita semua untuk berusaha menerima undangan Tuhan dan mengambil bagian dalam perjamuan-Nya. Artinya, kita diundang untuk ikut mengambil bagian dalam karya keselamatan Allah di dunia ini. Apakah kita juga masih bersedia menerima undangan Tuhan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 04  Nopember 2009   Pw.S.Karolus Borromeus, Uskup Rm.13:8-10; Luk.14:25-33&lt;br /&gt;Gereja pada hari ini memperingati Santo Karolus Borromeus seorang Uskup. Injil pada hari ini cukup menarik untuk kita renungkan bersama. “Demikian setiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku”. Pernyataan Yesus yang sangat tegas ini, mengingatkan kita akan sikap yang lepas bebas. Sikap Lepas bebas artinya, sebuah sikap yang sungguh-sungguh tidak mengikatkan diri terhadap apapun bila mau mengikuti Yesus. Kita diajak untuk tidak bersikap mendua dalam hidup ini, tetapi lebih mengutamakan peran Allah sendiri. Keterikatan pada sesuatu yang bersifat duniawi, dapat menghancurkan diri kita sendiri. Bagaimanakah dengan hidup kita sendiri saat ini? Sano Karolus Borromeus telah menunjukkan teladan yang baik kepada kita. Mari kita belajar juga dari cara hidup orang kudus yang kita peringati hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 05  Nopember 2009                                                          Rm.14:7-12; Luk.15:1-10&lt;br /&gt;“Akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."  Demikianlah sabda Yesus dalam injil pada hari ini. Ungkapan Yesus ini mau menunjukkan kepada kita bahwa pertobatan umat manusia akan menjadi sukacita yang besar bagi seluruh penghuni surga. Allah akan merasa sangat bahagia bila melihat kita hidup dalam pertobatan dan kebaikan-Nya. Maka tidak ada salahnya bila kita membahagiakan Allah kita, melalui pertobatan hidup kita setiap hari. Kita semua belum terlambat untuk bertobat dan merubah diri. Apakah kita masih ingin bertobat dalam hidp ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 06  Nopember 2009                                                           Rm.15:14-21; Luk.16:1-8&lt;br /&gt;Melalui Sabda Tuhan pada hari ini, kita diingatkan bahwa Tuhan telah memberikan kepercayaan kepada kita untuk mengelolah karunia-Nya. Bakat dan kemampuan adalah karunia Tuhan dan kita bukanlah pemilik karunia itu. Memanfaatkan karunia Tuhan itu, berarti kita telah membuat jaminan bagi masa depan kita sendiri. Dan Tuhan sangat menghargai orang yang dapat membangun masa depannya dengan baik. Kita semua diajak untuk selalu mensyukuri akan segala yang telah kita alami dan peroleh dalam hidup ini. Janganlah kita sia-siakan kepercayaan Tuhan yang sangat besar ini. Oleh karena itu, marilah kita menggunakan karunia Tuhan yang ada dalam diri kita ini sesuai  dengan kehendak-Nya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 07  Nopember 2009                                              Rm.16:3-9.16.22-27; Luk.16:9-15&lt;br /&gt;Hari ini Yesus menantang para pendengar-Nya termasuk kita untuk meningkatkan kesetiaan dalam hidup ini. "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Kesetiaan itu berkembang seiring dengan pertumbuhan iman. Sehingga Yesus berharap agar para murid-Nya belajar untuk setia pada jalan kebenaran. Kita pun diajak untuk menata hidup ini dengan memulainya dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Janganlah terlalu memikirkan akan kesetiaan terhadap hal-hal yang besar dalam hidup ini. Mulailah dari diri sendiri, dari dalam keluarga dan dalam masyarakat luas. Kesetiaan tidak pernah menunggu waktu yang lama. Mari kita memulainya saat ini juga. Apakah kita masih mau mewujudkan kesetiaan kita dalam hidup ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4023294228410787243-3535606823842854885?l=abullazaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abullazaris.blogspot.com/feeds/3535606823842854885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/11/renungan-harian-minggu-i-bulan-nopember_03.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/3535606823842854885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/3535606823842854885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/11/renungan-harian-minggu-i-bulan-nopember_03.html' title='RENUNGAN HARIAN MINGGU I BULAN NOPEMBER 2009'/><author><name>Aloysius Bulu Lero</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07417993631756121764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7iAc4auPj0/SuhStVrBd6I/AAAAAAAAACE/AdG1uRQEziA/S220/IMG_0827.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4023294228410787243.post-6257172982712579660</id><published>2009-10-28T21:34:00.001+07:00</published><updated>2009-11-04T04:22:55.722+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Bermakna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>ARTI SEBUAH PERSAHABATAN</title><content type='html'>Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan&lt;br /&gt;dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan&lt;br /&gt;mempunyai nilai yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan&lt;br /&gt;bertumbuh bersama karenanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi&lt;br /&gt;membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,&lt;br /&gt;demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan&lt;br /&gt;diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,&lt;br /&gt;diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,&lt;br /&gt;namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan&lt;br /&gt;dengan tujuan kebencian.Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan&lt;br /&gt;untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya&lt;br /&gt;ia memberanikan diri menegur apa adanya.&lt;br /&gt;Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,&lt;br /&gt;tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan&lt;br /&gt;dengan tujuan sahabatnya mau berubah.&lt;br /&gt;Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha&lt;br /&gt;pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita&lt;br /&gt;membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi&lt;br /&gt;mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih&lt;br /&gt;dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan&lt;br /&gt;dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.&lt;br /&gt;Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,&lt;br /&gt;karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.&lt;br /&gt;Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,&lt;br /&gt;namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.&lt;br /&gt;Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun&lt;br /&gt;ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya. &lt;br /&gt;Fr.Aloy CM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4023294228410787243-6257172982712579660?l=abullazaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abullazaris.blogspot.com/feeds/6257172982712579660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/10/arti-sebuah-persahabatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/6257172982712579660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/6257172982712579660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/10/arti-sebuah-persahabatan.html' title='ARTI SEBUAH PERSAHABATAN'/><author><name>Aloysius Bulu Lero</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07417993631756121764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7iAc4auPj0/SuhStVrBd6I/AAAAAAAAACE/AdG1uRQEziA/S220/IMG_0827.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4023294228410787243.post-1656270942960916954</id><published>2009-10-28T21:07:00.000+07:00</published><updated>2009-11-04T04:22:08.269+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>RENUNGAN HARIAN MINGGU IV BULAN OKTOBER 2009</title><content type='html'>Senin, 26 Oktober 2009                                                              Rm.8:12-17; Luk.13:10-17&lt;br /&gt;Suatu perbuatan baik tidak selalu diterima oleh orang lain, dan tidak jarang perbuatan baik justru dicurigai, diejek bahkan selalui penuh dengan prassangka buruk. Hal yang sama juga dialami oleh Yesus dalam injil pada hari ini. Perbuatan baik Yesus yang menyelamatkan, menyembuhkan seorang ibu dari penyakitnya justru dinilai negatif oleh oleh orang-orang yuang menyaksikan peristiwa itu, terlebih bagi para ahli taurat. Tetapi Yesus tetap melaksanakan perbuatan baik-Nya. Dalam peristtiwa ini Yesus mau menegaskan bahwa keselamatan umat manusia lebih penting daripada sekedar melaksanakan aturan belaka, tetapi mengabaikan keselamatan banyak orang. Pelajaran berharga yang bisa kita petik dari sabda Tuhan pada hari ini tidak lain adalah bahwa kita diajak untuk selalu dan setia untuk berbuat baik kepada orang lain. Bahkan dengan peristiwa penyembuhan dari Yesus menuntut kita agar tidak menunda-nunda lagi untuk berbuat baik kepada sesama. Mari kita jugas moihon kekuatan kepada Yesus, agar kita mampu berbuat baik kepada sesama kita dalam bentuk apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 27  Oktober 2009                                                            Rm.8:18-25; Luk.13:18-21&lt;br /&gt;Kerajaan  Allah itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan, kemudian tumbuh menjadi pohon yang besar. Juga kerajaaa Allah itu seumpama ragi yang diaduk-adukkan ke dalam tepung terigu sampai seluruhnya beragi. Inilah kerajaan Allah yang dumpamakan dengan biji sesawi dan ragi. Demikianlah hidup iman kita sehari-hari dituntut untuk menjadi seperti biji sesawi dan ragi. Artinya kita diajak untuk memasuki realitas dunia jaman sekarang ini dengan sebuah semangat yang berkobar-kobar, terlebih semangat hidup yang mampu mempengaruhi orang lain untuk melakukan kebaikan-kebaikan dalam hidup ini. Pertanyaan untuk kita adalah apakah iman yang kita miliki selama ini, telah menjadi seperti biji sesawi dan ragi? Ataukah iman kita masih biasa-biasa saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 28  Oktober 2009            Pesta S.Simon dan Yudas, Rasul  Ef.2:19-22; Luk.6:12-19&lt;br /&gt;Luar biasa isi sabda Tuhan pada hari ini. Yesus memberikan pelajaran berharga bagi kita semua. Yesus menunjukkan sikap-Nya yang tepat sebelum mengambil sebuah keputusan penting dalam memulai karya-Nya. &lt;span class="fullpost"&gt;Sikap yang dipilah Yesus adalah berdoa terlebih dahulu kepada Bapa-Nya. Sikap Yesus ini mau menunjukkan kepada kita betapa relasi dengan Bapa-Nya sangat dekat. Kita pun diajak untuk memiliki relasi yang intim dengan Yesus. Tetapi sejauh manakah relasi kita dengan Yesus selama ini? Relasi kita dengan Yesus  bisa kita wujudkan dalam hidup doa kita. Dan hendaklah DOA itu sungguh-sungguh menjadi kerinduan kita bersama dan bukan hanya  terbatas pada kebutuhan saja.  Apakah kita mampu menjadikan DOA sebagai sesuatu yang kita rindukan dalam hidup ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 29  Oktober 2009                                                          Rm.8:31b-39; Luk.13:31-35&lt;br /&gt;Cinta Yesus kepada umat manusia sungguh luar biasa. Karena begitu besar cinta-Nya kepada umat manusia, Ia tidak sungkan dan tidak segan menyampaikan keluhan-Nya terhadap umat yang hidupnya tidak berkenan di hadapan Tuhan. Bahkan Yesus sangat merindukan untuk mengumpulkan seluruh umat-Nya. Cinta Yesus yang begitu besar ini masih sangat relevan dengan situasi hidup kita di jaman sekarang ini. Yesus sangat merindukan kita semua untuk bersatu dengan-Nya. Apakah kita juga mau mengobati atau memenuhi kerinduan Yesus yang begitu besar ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 30  Oktober 2009                                                                     Rm.9:1-5; Luk.14:1-6&lt;br /&gt;Yesus sebagai orang Yahudi sejati, taat pada hukum taurat. Namun ketika berhadapan dengan persoalan kemanusiaan, apalagi orang sakit yang sangat membutuhkan pertolongan. Yesus lebih mengutamakan keselamatan manusia dari pada hukum, karena hukum untuk manusia dan bukan sebaliknya. Hukum yang terbesar adalah hukum cinta kasih. Hukum cinta kasih memberi jiwa dan roh bagi hukum Taurat. Dan Yesus sungguh sangat tegas dalam hal ini. Bagaimana dengan diri kita sendiri saat ini? Apakah kita juga masih mengutamakan keselamatan sesama, bila kita berhadapan dengan hukum.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 31 Oktober 2009                      Rm.11:1-2a.11-12.25-29; Luk.14:1.7-11&lt;br /&gt;Dalam hidup ini, tak ada seorang pun yang ingin rendah diri di hadapan orang lain. Tetapi dalam Sabda Tuhan pada hari ini mengajak kita semua untuk berani merendahkan diri di hadapan orang lain. Merendahkan diri dalam hal ini mengandung arti yakni memberikan fokus perhatian kepada orang-orang yang sangat membutuhkan perhatian dan pelayanan kita. Merendahkan diri seperti inilah yang merupakan salah satu bentuk kerendahan hati kita. Bersediakah kita menjadi pribadi yang rendah hati di hadapan Tuhan dan sesame?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 01 Nopember 2009      Hari Minggu XXXI  Hari Semua Orang Kudus Why.7:2-4.9-14; 1Yoh.3:1-3; Mat.5:1-12a&lt;br /&gt;Hari ini Gereja merayakan hari raya Orang Kudus. Sabda Tuhan yang disampaikan kepada kita berbicara tentang Sabda Bahagia. Mengapa Delapan Sabda Bahagia? Melalui sabda bahagia ini, Tuhan mau mengingatkan kembali bahwa kebahagiaan hidup kita sangat ditentukan dengan apa yang kita perbuat saat ini. Orang yang berkenan kepada Allah tidak hanya karena hidup miskin yang serba kekurangan, tetapi karena sungguh-sungguh memiliki pengaharapan besar akan karya Keselamatan Allah. Mari kita mohon bantuan doa kepada para orang kudus kita. Semoga dengan bantuan doa mereka, iman kita semakin dikuatkan dan diteguhkan dalam menghadapi setiap tantangan dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4023294228410787243-1656270942960916954?l=abullazaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abullazaris.blogspot.com/feeds/1656270942960916954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/10/renungan-harian-minggu-iv-bulan-oktober.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/1656270942960916954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/1656270942960916954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/10/renungan-harian-minggu-iv-bulan-oktober.html' title='RENUNGAN HARIAN MINGGU IV BULAN OKTOBER 2009'/><author><name>Aloysius Bulu Lero</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07417993631756121764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7iAc4auPj0/SuhStVrBd6I/AAAAAAAAACE/AdG1uRQEziA/S220/IMG_0827.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4023294228410787243.post-4165444509047295593</id><published>2009-10-20T20:52:00.003+07:00</published><updated>2009-11-04T04:22:14.368+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>RENUNGAN HARIAN MINGGU III OKTOBER 2009</title><content type='html'>Senin, 19 Oktober 2009  Rm.4:20-25;  Luk.12:13-21 &lt;br /&gt;Ketamakan adalah sebuah sikap keserakahan yang sangat tidak peduli dengan dunia sekitarnya. Sikap tamak membuat seseorang mengutamakan egoisme dan melupakan orang lain dalam hidupnya. Sikap inilah yang sangat ditentang oleh Yesus dalam Injil pada hari ini. Yesus mengajak kita semua untuk tetap meniungkapkan sikap salaing berbagi dengan orang lain, terlebih lagi dengan orang-orang yang berkekurangan. Dalam hal ini Yesus mau menekankan agar kita semua jangan berhenti untuk berbuat baik dengan orang lain. Apapun bentuk kebaikan yang kita berikan dan dalam situasi apappun hidup kita. Memang cukup sulit untuk kita wujudkan hal ini, tetapi mari kita mohon kekuatan kepada Tuhan, biar Tuhan sendiri yang membimbing setiap usaha baik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 20 Oktober 2009   Rm.5:12.15b.17-19.20b-21;  Luk.12:35-38&lt;br /&gt;Menunggu seseorang adalah sesuatu yang sangat membosankan. Apalagi yang ditunggu-tunggu tidak datang. Namun Injil pada hari ini mengajak kita semua untuk tetap aktif dalam sebuah penantian. Aktif di sini mengandung arti yang sangat mendalam. Aktif berarti kita diajak untuk menunggu sambil berjaga-jaga dan siap sedia untuk melakukan apa pun bagi orang yang kita nantikan. Penantian yang aktif mampu membawa kita pada sebuah perjumpaan yang sitimewa dengan Tuhan sendiri. Apakah kita pernah berjaga-jaga dalam hidup ini? Apakah kita pernah menantikan kedatangan Tuhan secara aktif dalam hidup ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 21 Oktober 2009    Rm.6:12-18; Luk.12:39-48&lt;br /&gt;“Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, daripadanya akan banyak dituntut….”, Ungkapan Yesus ini mengandung arti yang sangat mendalam yakni agar kita mensyukuri pemberian Tuhan yang begitu melimpah &lt;span class="fullpost"&gt; sekaligus yang kurang kita sadari dalam hidup ini. Segala sesuatu yang kita terima dalam hidup ini adalah anugerah dari Tuhan sendiri. Oleh karena itu, Sabda Tuhan pada hari ini mengajak kita semua untuk tetap berbagi dengan orang lain yang ada di sekitarku. Apa pun bentuknya. Karena sikpa berbagi adalah tanda bahwa kita sungguh mensyukuri rahmat Tuhan yang kita alami dalam hidup ini. Sudahkah kita memiliki sikap berbagi dan bewrsyukur ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 22 Oktober 2009  Rm.6:19-23; Luk.12:49-53      &lt;br /&gt;“Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan api itu telah menyala.” Sepintas mendengar pernyataan Yesus ini, kita pasti bertanya-tanya, masa sih Yesus bisa bersikap seperti itu? Kho tega amat? Akan tetapi, bila kita merenungkan lebih jauh kita akan menemukan makna yang lebih mendalam. Api yang dimaksudkan di sini tidak lain adalah Semangat yang berkobar-kobar yang dijiwai oleh semangat Roh Kudus sendiri. Dengan semangat Roh Kudus kita semua diaajak untuk menjadi saksi yang membawa kebenaran bagi semua orang. Pertanyaannya untuk kita semua adalah apakah kita sudah memiliki semangat hidup yang dijiwai oleh Roh Kudus sendiri? Inilah makna yang mau disampaikan oleh Yesus pada hari ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jumat , 23 Oktober 2009  Pw.S.Yohanes dr Capestrano, Imam Rm.7:8-25a; Luk.12:54-59&lt;br /&gt;Hari ini Gereja merayakan Santo Yohanes dari Capestrano. Bersama dengan Santo Yohanes, kita semua diajak untuk menilai jaman ini. Menilai jaman bukan berarti hanya sekedar mengikuti perkembangan jaman, tetapi sungguh kita melibatkan diri untuk memberikan suatu kebaruan dalama hidup ini. Menilai jaman juga berarti mampu melihat kehadiran dan campur tangan Tuhan dalam setiap pengalaman hidup kita. Hidup di jaman sekarang ini, ada begitu banyak peristiwa yang menunjukkan tanda-tanda kehadiran dan campur tangan Allah. Hanya saja kita kurang menyadarinya. Semoga kita mampu melihat  kehadiran dan campur tangan Tuhan dalam hidup kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 24 Oktober 2009      Rm.8:1-11; Luk.13:1-9&lt;br /&gt;“Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian”.  Pernyataan Yesus ini mau mengajak kita semua untuk melihat keadaan diri kita masing-masing. Artinya perlu adanya sebuah perubahan dalam hidup kita. Yesus mengajak kita semua untuk bertobat. Pertobatan kita bukan hanya sekedar mengakui kesalahan atau kekeliruan, tetapi sungguh-sungguh menjadi moment yang membawa suatu pembaruan dalam hidup ini. Mari kita memulainya dari dalam diri kita sendiri, dari dalam keluarga dan di mana saja kita berada. Semoga kita mendapat penerangan Roh Kudus untuk melahirkan pertobatan dalam hidup ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 25 Oktober 2009  Hari Minggu Biasa XXX Yer.31:7-9; Ibr.5:1-6; Mrk.10:46-49&lt;br /&gt;“Yesus Anak Daud, kasihanilah aku”. Itulah teriakan ketidakberdayaan seorang buta yang mengharapkan kesembuhan untuk melihat. Teriakannya bukanlah bukanlah sekedar teriakan, tetapi teriakan yang mengandung iman yang mendalam. Ada iman yang sungguh percaya akan kuasa Yesus. Kita yang memiliki mata secara normal diajak untuk memiliki iman seperti orang buta. Artinya, percaya dengan penuh keyakinan akan kuasa Yesus. Kita yakin dan percaya bahwa, iman yang kita miliki ini, pasti membawa kesembuhan dalam hidup kita. Semoga kita semakin beriman kepada Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4023294228410787243-4165444509047295593?l=abullazaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abullazaris.blogspot.com/feeds/4165444509047295593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/10/renungan-harian-minggu-iii-oktober-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/4165444509047295593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/4165444509047295593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/10/renungan-harian-minggu-iii-oktober-2009.html' title='RENUNGAN HARIAN MINGGU III OKTOBER 2009'/><author><name>Aloysius Bulu Lero</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07417993631756121764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7iAc4auPj0/SuhStVrBd6I/AAAAAAAAACE/AdG1uRQEziA/S220/IMG_0827.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4023294228410787243.post-2395559221047331021</id><published>2009-10-17T02:15:00.000+07:00</published><updated>2009-11-04T04:26:01.710+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Mengampuni</title><content type='html'>Beberapa minggu yang lalu saya bertemu dengan seorang gadis yang tidak dapat melihat sejak lahir. Saya sangat kagum melihat tangannya yang lentik memainkan melodi gitar saat menyanyikan lagu pujian. Dia begitu sukacita. &lt;br /&gt;Setelah selesai, saya dekati dia dan ngobrol seputar masalah kehidupan. &lt;br /&gt;Ketika saya tanya latar belakang hidupnya dia saksikan kepada saya sbb: &lt;br /&gt;Ketika dalam kandungan orang tuanya berusaha menggugurkan dia, tetapi ALLAH menghendaki dia lahir. Dan dia pun lahir dengan mata tidak melihat. Dari kecil dia diperlakukan dengan tidak wajar dan tidak adil, bahkan dia harus bekerja seperti kakak-kakaknya yang lain yang bisa melihat. Dia sering diejek, dihina bahkan dipukul keluarganya. Yang paling menyakitkan takkala orang tuanya mengusir dia dari rumahnya. &lt;br /&gt;Dia bertumbuh menjadi anak yang kasar &lt;span class="fullpost"&gt; dan kejam khususnya terhadap anak-anak, bahkan dia sering menyiksa anak kecil. Sekalipun dia tidak bisa melihat, tetapi dia menjadi bos dari sebuah gank. &lt;br /&gt;Awal pertobatannya, ketika dia bersama anak buahnya hendak mengadakan keributan pada sebuah acara yang dihadiri artis kondang Nur Afni Oktavia. Sebelumnya dia tidak tahu bahwa acara tersebut adalah KKR ( Kebaktian Kebangunan Rohani ). Ketika mereka masuk ruangan, pujian &amp; penyembahan sedang dinaikkan. Dia menyesal sekali dan mau pulang aja. Sebelum Altar Call, dia merasakan didepannya sepertinya ada layar yang menampilkan semua kejahatan dia. Dia menangis, menangis .... dan terus menangis dan menangis adalah pantang bagi dia. Akhirnya dia bertobat saat itu juga. Dia mau lupakan semua masa lalunya, dia mau menikmati hidup bersama-NYA. &lt;br /&gt;Dia pun permisi baik-baik kepada teman ganknya yang lain, dan mereka semua bilang bahwa dia paling lama 2 sampai 3 hari bisa bertahan hidup tanpa mereka. Tetapi satu hal yang Tuhan lakukan dalam hidupnya dia dimampukan untuk melewati setiap masalah hidupnya ........ &lt;br /&gt;Setelah itu sayapun bertanya, "Bagaimana dengan orang tua dan kakak-kakakmu, apakah kamu sudah mengampuni mereka?". &lt;br /&gt;Dia jawab, "Sebelumnya saya sulit mengampuni mereka, bahkan saya bertahun-tahun bergumul untuk bisa mengampuni, dan akhirnya saya pun bisa", lanjutnya. &lt;br /&gt;Ketika saya dipukul, diejek, dihina, diusir .... semuanya itu belum seberapa ketika DIA diludahi, DIA dicambuk, DIA dimahkotai duri, DIA disalibkan... &lt;br /&gt;DIA tidak bersalah, tetapi mau menanggungnya karena DIA mengasihi saya dan kamu ... begitu dia katakan kepada saya. &lt;br /&gt;Teman ... ambillah hikmah dari kisah ini "BELAJARLAH MENGAMPUNI". &lt;br /&gt;Mengampuni itu penting, kenapa? &lt;br /&gt;1. Pengampunan membawa persahabatan &lt;br /&gt;2. Pengampunan akan membawa pengampunan Allah. &lt;br /&gt;3. Pengampunan membawa sukacita. &lt;br /&gt;Menurut majalah Time Edisi 15 April 1999, pengampunan adalah topik menarik untuk dianalisa dalam sebuah riset. Beberapa hasil penyelidikan menunjukkan bahwa orang yang tidak mengampuni akan meningkatkan stres, kualitas kerjanya buruk, daya pikirnya buruk, dan untuk jangka panjang dapat mengurangi daya penguasaan diri. Beberapa ahli riset mengatakan bahwa ini disebabkan oleh penyakit jantung dan terganggunya sistem syaraf. Dan yang pasti orang yang menyimpan dendam akan kehilangan sukacita. Setiap hari hidupnya dipenuhi dengan kebencian. Jadi untuk mengembalikan sukacita, belajarlah mengampuni. &lt;br /&gt;Mengampuni memang bukan segampang mengucapkannya, tetapi memerlukan pertolongan dari Maha Pengampun. Mungkin ada diantara kita mengalami seperti ini, kita diejek, difitnah, dipukul, dikucilkan atau lebih parah lagi. Sekarang pilihan ada pada kita, mau apa tidaknya kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita tak ada yang dapat memaksanya, semua tergantung pada kita.... &lt;br /&gt;Jika mau, lakukanlah ... &lt;br /&gt;"Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4023294228410787243-2395559221047331021?l=abullazaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abullazaris.blogspot.com/feeds/2395559221047331021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/10/mengampuni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/2395559221047331021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/2395559221047331021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/10/mengampuni.html' title='Mengampuni'/><author><name>Aloysius Bulu Lero</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07417993631756121764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7iAc4auPj0/SuhStVrBd6I/AAAAAAAAACE/AdG1uRQEziA/S220/IMG_0827.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4023294228410787243.post-5418819687893365297</id><published>2009-10-17T01:39:00.000+07:00</published><updated>2009-11-04T04:22:40.398+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Surat Untuk Sahabat</title><content type='html'>SEBUAH SURAT BUAT SAHABAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyurai, 29 Sept’06&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat kamu yang selama ini menjadi inspirasiku…&lt;br /&gt;Apa kabarmu selama ini ? Aku harap semuanya dalam keadaan yang baik. Entah itu kesehatan, perasaan, materi, prestasi, dll.&lt;br /&gt;Aku pertama-tama ingin bercerita. Tapi aku tak tahu harus memulai dari mana. Tapi aku akan coba bercerita untukmu.&lt;br /&gt;Aku pernah dan selalu menyempatkan diri untuk sendiri, berdiam diri dan merenungkan apa yang terjadi selama satu hari. Entah itu terjadi padaku atau terjadi pada orang lain. Entah itu sebuah pengalaman atau kesalahan. Aku pernah berpikir, untuk apa aku disini. Untuk apa aku kembali ke kota yang banyak memberikan kenangan pahit dan manis ini. Untuk apa semua ini aku lakukan. Aku hanya terdiam. Aku tak bisa apa-apa pada waktu itu. Aku butuh seseorang yang dekat denganku. Bisa berbicara denganku apa adanya. Aku butuh seseorang yang bisa aku percaya dan aku beri peran dalam perjalanan hidupku ini, terutama pada saat aku menjalani semua aktivitasku. Dan semua pertanyaan itu belum dapat kujawab.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya, aku bertemu denganmu. Semua berjalan seperti biasa. Aku tak tahu kenapa aku bisa begitu dekat denganmu. Kedekatan ini aku jalani seperti biasa. Tetapi, aku tak pernah tahu kenapa aku bisa begitu nyaman bila di dekatmu. Kenapa aku bisa begitu merasa berharga bila aku berjalan bersamamu. Aku tak tahu. Aku selalu berpikir, aku bisa dekat dengan semua orang. Tetapi kamu, kamu terasa begitu khusus bagiku. Aku renungkan lagi semuanya. Aku ternyata menyayangimu, entah itu sebagai sahabat, bahkan saudara. Kedekatan ini membuatku semakin bergairah. Ternyata begitu aku sadari, inilah yang aku butuhkan. Inilah seseorang yang dapat memberikanku begitu banyak inspirasi dalam hidupku.&lt;br /&gt;Aku bangga mengenalmu. Aku bangga menjadikanmu sebagai sebuah kehadiran di dalam kelengahan diri, mengajarkanmu tentang arti sebuah perasaan. Aku ingin mengarahkanmu menjadi pribadi yang benar-benar mampu untuk menghadapi semua permasalahan hidup. Aku ingin selalu dekat denganmu sampai engkau sudah cukup dewasa. Sudah cukup mengerti akan segala pilihan dari kehidupan. Aku ingin mengajarkanmu untuk selalu berpikir positif, memandang segalanya dari sisi positif, bukannya negatif. Aku juga bukan seorang yang sempurna. Memandangmu membuat aku selalu merindukan kehadiranmu yang membuatku sadar akan sebuah intimitas hidup yang suci. Kehadiranmu membuatku semakin menyadari bahwa ternyata aku ‘penting’. Aku dibutuhkan oleh banyak orang, termasuk kamu. Inilah kesadaran yang juga perlu kamu tanamkan dalam dirimu, bahwa kamu juga ‘penting’ bagi orang lain. Termasuk bagi diriku. Untuk inilah aku ternyata ada di sini, bekerja di sini, bersama-sama belajar di sini.&lt;br /&gt;Aku menyayangimu dan harus aku akui itu. Aku tak mau ada masalah yang terjadi padamu. Apapun yang terjadi padamu aku selalu ingin tahu. Aku seakan mendapat tugas baru yaitu untuk membimbingmu, mengarahkanmu menjadi seseorang yang lebih tegar, dewasa, dan mandiri. Tugas yang bagiku berat, tapi menyenangkan. Aku tak mau terjadi apa-apa padamu. Berkali-kali aku katakan, aku menyayangimu, tetapi biarkan aku menyayangimu dengan caraku sendiri. Entah apapun caraku, tetapi aku ingin kamu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tergantung sekarang, kamu mau atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyurai, 30 Sept’06&lt;br /&gt;(Dini hari)&lt;br /&gt;Aku hanya ingin belajar. Aku juga ingin masing-masing dari kita belajar. Kita sama-sama belajar bagaimana menjalani kehidupan yang berat ini. Jangan takut, aku ada di sini. Aku ada di sampingmu, menjagamu, memperhatikanmu, membimbingmu. &lt;br /&gt;Aku juga perlu perhatianmu. Bila aku salah, tolong ingatkan aku. Aku juga manusia kok. Setiap orang punya permasalahan. Entah itu besar atau kecil. Sekarang tinggal bagaimana kita menghadapi masalah tersebut. Bila kita lari, berarti kita salah. Hadapi ! Hadapi saja semua itu dengan penuh pemikiran positif. Aku menyukaimu karena kamu begitu misterius. Tetapi kadang kita harus berani terbuka pada seseorang.&lt;br /&gt;Engkau berhak untuk tetap menjadi inspirasiku. Engkau juga berhak untuk memilih jalan hidupmu sendiri. Tapi engkau tidak berhak untuk menghancurkan hidupmu karena engkau adalah ‘penting’. &lt;br /&gt;Aku akan selalu berkata, ”Mari, kita mencoba untuk berpikir positif”. Jangan bosan. Memang, emosi tidak bisa lepas dari pengambilan keputusan. Tetapi emosi kadang hanya bertahan sesaat. Mari kita coba berpikir juga dengan pemikiran yang sehat dan penuh pertimbangan. Emosi tidak hanya perasaan marah, tetapi juga perasaan lain. Sedih, kecewa, gembira, dan lain-lain. Kedewasaan menuntut untuk dapat menyeimbangkan kedua hal itu, emosi dan pikiran sehat.&lt;br /&gt;Maafkan aku. Mungkin aku terlihat menggurui. Tapi aku yakin kamu cukup mengerti apa yang aku bicarakan ini. Maafkan aku jika kadang aku berbuat salah, terhadapmu, terhadap teman-temanmu. Maafkan aku juga bila aku pernah membuatmu sedih dan tertimpa masalah. Aku tak pernah berniat untuk membuatmu seperti itu.&lt;br /&gt;Ah…mungkin aku terlalu mengguruimu. Mungkin aku akan bercerita sedikit tentangku. &lt;br /&gt;Aku adalah aku yang seperti sekarang ini. Aku tak banyak berubah dari dulu. Dari gayaku, caraku berpakaian, kejorokanku, kemalasanku, dan lain sebagainya. Aku sedikit sekali berubah. Hanya aku sadar bahwa tidak mungkin aku seperti ini terus-terusan. Hanya ini adalah sifat dasarku. Aku orang yang bebas. Aku orang yang merdeka untuk mengekspresikan diri, mengembangkan diriku. &lt;br /&gt;Permasalahanku tidak pernah kecil. Selalu saja besar. Aku jarang menceritakan permasalahanku pada orang lain. Aku ingin membuktikan kalau aku bisa menyelesaikannya sendiri. Aku selalu tenang. Aku bahkan kadang tidak peduli kalau aku punya masalah. Aku misterius, hampir seperti kamu. Kadang hal ini yang menyebabkan aku putus asa. Tapi inilah aku.&lt;br /&gt;Aku ingin bercerita tentang malam ini. Malam yang terasa begitu melelahkan bagiku. Aku ingin mengeluh. Tetapi kepada siapa ? Aku tak tahu. Biasa aku mengeluhkan ini padamu. Tapi keadaan tidak memungkinkan. Aku begitu lelah, sampai-sampai rasanya aku tak mampu untuk berpikir lagi. Ragaku terbalut kelelahan yang luar biasa. Apalagi aku berpikir tentang kamu. Apa yang terjadi padamu malam ini ? Aku tertidur tanpa sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sore hari)&lt;br /&gt;Aku menyambung yang tadi malam. Aku baru saja beristirahat sore ini. Kembali, aku lelah dengan segala pekerjaan tadi. Berbagai macam harus aku pikirkan dan aku kerjakan. Kepada siapa aku mengeluh ? Tidak ada. Hanya biasanya engkau yang mendengarkanku dan memberikanku perhatian dengan caramu. &lt;br /&gt;Aku lelah. Dan inspirasiku tenggelam dalam larutan kepasrahan. Kehadiranmu di pagi hari tadi memberiku sedikit hiburan dan semangat. Engkau masih tetap menjadi inspirasiku untuk hari ini dan hari-hari berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyurai, 1 Oktober 2006&lt;br /&gt;Dini hari. &lt;br /&gt;Aku mulai berpikir jangan-jangan ada apa-apa denganmu. Aku mencarimu di tiap sudut ruangan, tapi aku tetap tidak melihatmu. Aku tidak mau ada terjadi apa-apa denganmu. Entah kenapa, hari ini aku meihatmu begitu berbeda.&lt;br /&gt;Bebanku terasa lepas. Aku ingin membaginya denganmu sebenarnya. Kelegaan ini, kepuasan ini, perasaan terlepas dari beban ini, aku sebenarnya ingin engkau tahu. Ingin berbagi denganmu. Tapi engkau tidak ku lihat. Mungkin, engkau tidak bersemangat pada waktu itu.&lt;br /&gt;Aku ingin engkau terbuka terhadapku. Katakan apa  yang ingin engkau katakan, ceritakan apa yang ingin engkau ceritakan padaku. Jangan takut dan malu. Aku akan menerima semuanya apapun yang engkau katakan dan ceritakan. Buruk atau baik aku terima dan sabar mendengarkannya.&lt;br /&gt;Bila engkau merasa sendirian, katakan padaku. Aku akan menemanimu dalam perjalanan ini. Menangislah bila ingin menangis, tertawa dan cerialah bila itu memang harus. Aku ada untuk itu semua. Aku ingin menjagamu dalam dekapan kasihku bila itu kemauanmu. Aku ingin menemanimu di saat-saat seperti ini walau aku lelah sekalipun.&lt;br /&gt;Aku pernah memimpikanmu. Dalam mimpiku, aku bercerita padamu yang berbaring di sampingku. Bercerita tentang perjalanan hidupku, tentang lika-liku hidup yang tidak mudah aku tempuh. Engkau begitu memperhatikanku, menatapku dengan penuh rasa ingin tahu. Dan aku pun menceritakan semuanya padamu. Aku memanjakanmu, membelai lembut rambutmu, sampai engkau akhirnya tertidur dalam dekapanku dengan senyummu yang lembut. Aku terbangun dari tidurku saat itu. Aku berpikir, inikah tandanya bahwa aku harus ikut ambil bagian dalam kehidupanmu. Inikah tandanya bahwa aku punya tugas menjaga dan menemanimu dalam menjalani kehidupanmu. Aku tak tahu. Bila memang itu benar, maukah  engkau ku temani ? Bila engkau bersedia, marilah kita sama-sama bercerita, kita sama-sama belajar, kita sama-sama melangkah pada arah dan tujuan yang positif, yang mengembangkan kepribadian menuju hari yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di Menyurai, 1 Oktober ‘06&lt;br /&gt;Saat ini jam 10 malam.&lt;br /&gt;Aku selalu percaya bahwa hari esok akan lebih baik dari hari ini. Dan aku coba tanamkan itu dalam diriku. Berkali-kali masalah menimpaku, aku mencoba mengatakan pada diriku sendiri bahwa hari esok akan lebih baik. Tentu aku berusaha agar semuanya menjadi lebih baik. Hal ini membuatku tetap ‘enjoy’ menjalani kehidupan ini walau berat sekalipun.&lt;br /&gt;Engkau datang lagi padaku hari ini. Berusaha menutupi perasaan sedihmu. Tapi aku tahu apa yang engkau rasakan saat ini. Kesedihan, penyesalan, rasa bersalah, kecewa bercampur menjadi satu dalam hatimu. Aku rasakan itu. &lt;br /&gt;Aku menghargaimu sebagai pribadi yang penting dalam hidupku. Aku pun menghargai segala perasaanmu padaku. Entah benci, sakit hati, marah, sayang, dan lain sebagainya. Aku menghargai semua itu. Tidak ada sedikitpun aku berpikir untuk meninggalkanmu sendirian. Aku ingin tetap menjagamu. Percayalah itu.&lt;br /&gt;Engkau diam dan tak banyak berbicara. Aku tahu, itu keluhanmu. Aku bingung. Aku harus berbuat apa. Aku sayang padamu dan aku tak ingin kamu terus-terusan begini. Aku juga merasa bersalah telah membuatmu seperti ini. Hanya jangan katakan bahwa ini semua adalah kesalahanmu semata. &lt;br /&gt;Bila engkau percaya padaku, ceritakanlah apa yang ingin engkau ceritakan. Katakan apa yang ingin engkau bilang padaku. Aku tak tahu harus berbuat apa untuk bisa menenangkan hatimu. Aku tak mau engkau bersedih. Aku ingin menenangkanmu. Tapi…….ah sudahlah. Bila engkau tetap seperti ini, aku akan merasa bersalah. Tersenyumlah padaku. Bila tiba saatnya, kita akan menjadi lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyurai, 2 Okt ‘06&lt;br /&gt;Jam sepuluh malam&lt;br /&gt;Aku masih merindukanmu. Hari-hari rasanya tidak seperti biasanya tanpa candamu, tanpa senyummu, tanpa kedekatan denganmu. Aku tenggelam dalam kalutnya pikiran dan rapuhnya perasaan. Engkau pun begitu, pikirku.&lt;br /&gt;Tolonglah aku. Jangan berhenti untuk menjadi inspirasiku dalam perjalanan hari-hariku. Entah bagaimana caramu, tolong jangan berhenti. Aku ternyata terbenam ke dalam lumpur kekosongan. Imajinasiku mati. Inspirasiku seperti ikut tenggelam bersama ketidakhadiranmu. Entah bagaimana caramu untuk tetap menjadi inspirasiku, aku terima. Tapi jangan hilangkan kedekatan ini. Aku ingin mendampingimu menjalani hari-hari yang berat ini supaya engkau sadar bahwa engkau tidak sendirian. &lt;br /&gt;Yang jelas, engkau adalah inspirasiku. Engkau memberikan perhatian lebih padaku. Dan aku senang itu. Bila engkau tidak menyayangiku, itu tidak menjadi masalah bagiku. Bagiku engkau tetap menjadi seorang yang penting dalam hari-hari dan hidupku.&lt;br /&gt;Tolonglah. Jangan berhenti menjadi inspirasiku. Hanya itu pintaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinggiran Kapuas&lt;br /&gt;Orang ganteng..hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4023294228410787243-5418819687893365297?l=abullazaris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abullazaris.blogspot.com/feeds/5418819687893365297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/10/surat-untuk-sahabat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/5418819687893365297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4023294228410787243/posts/default/5418819687893365297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abullazaris.blogspot.com/2009/10/surat-untuk-sahabat.html' title='Surat Untuk Sahabat'/><author><name>Aloysius Bulu Lero</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07417993631756121764</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7iAc4auPj0/SuhStVrBd6I/AAAAAAAAACE/AdG1uRQEziA/S220/IMG_0827.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
